Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Kontrakan Saat Sekarang dan Strategi

Bisnis Rumah Kontrakan - Jika Sobat memiliki lahan yang cukup luas, sebaiknya jangan sia-siakan kesempatan ini. Banyak orang yang memanfaatkannya dengan berbisnis rumah kontrakan. Bisnis ini dijamin akan selalu memiliki permintaan yang tinggi, karena semua orang memerlukan tempat tinggal.

bisnis rumah kontrakan

Sobat tidak perlu membangun kontrakan yang mewah, karena kenyataannya kontrakan sederhana selalu diminati oleh penyewa. Sebelum memulai, bacalah poin materi pada pembuatan artikel kali ini, sabagai berikut ini:
  • Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Rumah Kontrakan
  • 4 Strategi Ampuh Sebelum Sewakan Kontrakan
  • Sewakan Kamar Kontrakan di Rumah Sendiri
  • Daftar Rumah Sewa Popular Di Indonesia

Kelebihan dan Kekurangan Berbisnis Rumah Kontrakan

1. Kelebihan

Salah satu kelebihan atau keunggulan dalam berbisnis rumah kontrakan adalah tingginya permintaan terhadapnya, terutama di daerah-daerah yang sedang berkembang seperti kawasan yang dekat dengan akses tol, pusat perdagangan, pusat perbelanjaan, simpang jalan utama, terminal, dan sebagainya.

Umumnya, nilai kapital dari rumah kontrakan dengan masa sewa jangka panjang (lebih dari lima tahun) cenderung meningkat. Bahkan, secara rata-rata, nilai kapital ini lebih tinggi daripada tanah kosong. Hal ini disebabkan oleh manfaat yang langsung diberikan oleh rumah kontrakan, berbeda dengan tanah kosong yang hanya memberikan manfaat tidak langsung.

Jika setelah lima tahun seorang investor memutuskan untuk tidak menjualnya, disarankan untuk menyewakan rumah tersebut. Biasanya, tarif sewa per tahunnya berkisar sekitar 5% dari harga rumah.

Misalnya, jika harga rumahnya adalah Rp600 juta, maka tarif sewanya adalah Rp30 juta per tahun. Setelah satu tahun berlalu, jika kondisi ekonomi stabil, tarif sewa dapat dinaikkan sekitar 10% - 15%, tergantung pada kondisi lingkungan rumah tersebut.

2. Kekurangan

Salah satu kelemahan dalam investasi rumah kontrakan adalah jangka waktu sewa yang relatif pendek, biasanya hanya satu hingga dua tahun, tergantung pada kondisi, lokasi rumah, dan siapa penyewanya.

Namun, jika penyewanya adalah ekspatriat, biasanya rumah akan disewa untuk jangka waktu yang lebih panjang, sekitar dua hingga lima tahun. Pemilik rumah juga harus berhati-hati dalam memilih penyewa yang dapat dipercaya, karena seringkali kerusakan rumah terjadi ketika disewakan kepada penyewa yang kurang bertanggung jawab.

Empat Strategi Bisnis Sebelum Sewakan Kontrakan

Setelah Sobat memahami kelebihan dan kekurangan dalam berbisnis rumah kontrakan, saatnya Sobat mengenal panduan sebelum memulai bisnis menarik ini.

1. Tetapkan Harga Sewa Kontrakan

Ketika Sobat menentukan tarif atau harga sewa kontrakan, penting untuk melakukan evaluasi yang cermat agar properti kontrakan Sobat tidak merugi akibat harga yang terlalu tinggi atau sulit disewakan karena terlalu mahal.

Sebagai langkah awal, yakni dengan melakukan survei harga pasar properti di sekitar wilayah Sobat. Selain itu, perhatikan juga kondisi dan lokasi properti Sobat!

Contohnya, jika properti Sobat terletak di area Kuningan yang banyak didiami oleh ekspatriat, maka Sobat dapat mempertimbangkan untuk menetapkan tarif sewa yang lebih tinggi. Pastikan bahwa harga yang Sobat tawarkan adalah wajar dan sesuai dengan pasar, tidak terlalu rendah maupun terlalu mahal agar tetap kompetitif.

2. Menetapkan Jangka Waktu Sewa Kontrakan

Sobat memiliki beberapa pilihan untuk menetapkan jangka waktu sewa, mulai dari per bulan, per semester, hingga per tahun. Pemilihan jangka waktu penyewaan dapat disesuaikan dengan tujuan finansial pribadi Sobat.

Jika tujuannya adalah mendapatkan keuntungan secepat mungkin, sebaiknya Sobat menyewakan properti per bulan, karena ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menyesuaikan harga sewa sesuai dengan kondisi pasar.

Namun, jika Sobat lebih mengutamakan stabilitas finansial, maka menyewakan untuk jangka waktu yang lebih panjang, seperti satu atau dua tahun, mungkin lebih cocok.

3. Mengetahui Siapa Penyewa Kontrakan

Sebaiknya Sobat mengenal calon penyewa dengan baik, minimal mengetahui kondisi finansialnya. Luangkan waktu untuk berbicara dengan mereka, mengetahui aktivitas sehari-hari, pekerjaan, dan tujuan menyewa rumah. Sobat juga bisa meminta informasi media sosial mereka untuk lebih memahami calon penyewa.

4. Membuat Perjanjian Kontrak dan Uang Deposit

Jangan lupa untuk menyusun kontrak perjanjian secara tertulis dengan penyewa. Langkah ini sangat penting untuk melindungi properti Sobat. Dalam kontrak, sebaiknya tercantum dengan jelas kewajiban-kewajiban penyewa dan biaya yang perlu ditanggung jika terjadi kerusakan pada properti.

Selain itu, diterapkan juga sistem deposit. Penyewa diharapkan membayar sejumlah uang deposit di awal. Deposit ini akan dikembalikan kepada penyewa pada akhir masa sewa jika tidak ada kerusakan atau kehilangan pada properti Sobat.

Ide Sewakan Kamar Sebagai Kontrakan di Rumah Sendiri

Above, kita sudah membicarakan tentang prospek bisnis rumah kontrakan. Namun, tahukah Sobat bahwa kamar kosong juga bisa menjadi sumber pendapatan?

Tidak ada salahnya Sobat mencoba untuk menyewakan kamar-kamar kosong di rumah Sobat guna mendapatkan pemasukan pasif bulanan. Terutama jika Sobat mempertimbangkan lokasi rumah Sobat yang dekat dengan kampus, perkantoran, atau pusat perbelanjaan.

1. Menghitung Tarif Sewa Yang Sesuai

Secara umum, bagi mereka yang baru pertama kali menyewakan properti, seringkali sulit menentukan tarif yang sesuai. Beberapa mungkin berpikir bahwa tarif sewa harus setidaknya cukup untuk menutup cicilan bulanan (khususnya jika rumah masih dalam proses pelunasan KPR).

Padahal, sebenarnya setiap daerah memiliki tarif sewa yang berbeda-beda, tergantung pada spesifikasi kamar dan fasilitas yang ditawarkan oleh kos. Sebagai contoh, di tempat dengan tarif tinggi, biasanya tersedia fasilitas seperti laundry gratis dan koneksi internet (Wi-Fi).

2. Seleksi Calon Penyewa Kamar

Sobat dapat memilih penyewa yang bersih, memiliki niat untuk merawat fasilitas bersama, serta menghormati rekan sesama penghuni. Dengan cara ini, Sobat dapat mengurangi biaya perawatan dan potensi masalah lainnya. Selain itu, pembayaran sewa juga akan berjalan lancar.

3. Memikirkan Ide Jasa Broker

Tidak selalu mudah untuk menemukan calon penyewa yang baik tanpa bantuan dari broker atau platform iklan properti yang andal, terutama jika rumah Sobat berlokasi agak terpencil dari jalan utama atau berada di antara beberapa indekost lain yang memiliki beragam fasilitas.

Daftar Rumah Sewa Popular Di Indonesia

Sebagai referensi untuk Sobat menentukan harga atau mencari lokasi yang tepat, kami dari larantukagypsum.com ingin membagikan daftar properti yang paling diminati untuk disewakan di Indonesia.
Nama Lokasi Lokasi Tipe Properti Kota Harga Sewa (per bulan) Luas (m2)
Central Park Jakarta Barat Apartemen Jakarta Barat Rp 2.916.667 18–124 m2
Kemang Village Jakarta Selatan Apartemen Jakarta Selatan Rp 7.500.000 30–249 m2
Citraland Surabaya Rumah Surabaya Rp 3.750.000 80–400 m2
Nama Lokasi Lokasi Tipe Properti Kota Harga Sewa (per bulan) Luas (m2)
Lippo Cikarang Bekasi Rumah Bekasi Rp 2.500.000 38 – 130 m2
Kalibata City Jakarta Selatan Apartemen Jakarta Selatan Rp 2.000.000 18 – 42 m2
Ingin mengetahui daftar properti yang paling diminati untuk disewakan yang lainnya? Silakan unduh berkasnya di sini. Temukan lebih banyak panduan dan tips pembelian properti dalam Panduan dan Referensi kami.

Itulah informasi tentang berbisnis rumah kontrakan yang disertai pula dengan kelebihan dan kekurangan berbisnis kontrakan di masa kini. Apakah ini bisa membantu?

Sekian dan terimakasih sudah berkunjung sekaligus menyimaka info seputar kontrakan rumah, semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua.