Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Biaya Bangun Rumah Per Meter Persegi! Begini, Cara Perhitungannya.

Biaya adalah nomor satu yang harus di persiapkan dan di perhitungkan terlebih dahulu, sebelum bangun rumah di mulai. Harga berapa pun per meter perseginya, tidak akan menjadi masalah yang berarti bilamana uang melebihi dari kata cukup.

Biaya Bangun Rumah Per Meter
Meski uang melimpah, namun biaya bangun rumah harus dan bagaimana perhitungannya harus kita ketahui secara jelas, agar uang tidak terbuang dengan percuma.

Sayang kan, jika terbuang percuma membuat unag jadi mubajir. Lebih baik, kita kasih saja kelebihan uang yang terbuang tersebut pada orang yang membutuhkan.

Toh, akan sangat bermanfaat dan membuat pahala berjalan pada kita yang memberinya, Amin..!!

Jadi, sebelum membangun rumah. Alangkah baiknya, kita perhitungkan terlebih dahulu biaya - biayanya secara terrinci. Contohnya, mulai dari biaya:
Rencana anggaran biaya (RAB) bangun rumah, sangat perlu sekali di perhitungkan dan di laksanakan. Tujuannya, ialah supaya proses pengerjaan konstruksi rumah dapat berjalan dengan lancar tanpa perlu lagi mengorek keuangan sobat.

Dan salah satu faktor yang mesti sobat perhatikan dalam bangun rumah, yakni biaya permeter perseginya! Biar tidak gagal paham, mari simak ulasan selengkapnya di halaman ini hingga selesai.

Cara Perhitungan Biaya Bangun Rumah Per Meter (m2)

Sobat ingin punya rumah sendiri? Sama kok, saya juga sebagai admin di situs larantukagypsum.com ini ingin sekali punya rumah sendiri.

Karena, dengan memiliki rumah sendiri kita bisa leluasa tinggal di dalamnya ketimbang harus kontrak atau tinggal dengan mertua. Banyak suara, negatifnya bro. Hehehe..!!

Maka dari itu, kita harus segera membangun agar bisa memiliki rumah sendiri di kala sudah memiliki cukup budget.

Dengan membangun rumah sendiri, tentunya kita juga bisa lebih leluasa dalam menetapkan budget semampunya yang penting cukup tanpa mesti memaksakan harus ada uang banyak lebih dulu.

Namun begitu, menurut kutipan yang kami temukan di sebuah situs yang khusus membahas tentang rumah, bahwasanya di saat ketika kita membangun rumah! Itu, terdapat sejumlah elemen yang harus kita perhatikan.

Elemen - elemen atau faktor membangun rumah tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Ukuran bangunan dan tanah
  • Lokasi tanah
  • Penggunaan tata ruang
  • sampai dengan elemen budget dan biaya
Beberapa faktor bangun rumah di atas, perlu kita perhitungkan secara detail dan seksama! Supaya hasilnya nanti, bisa memuaskan dan pada saat proses membangun rumahnya dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun.

Biar lebih jelas, kita simak penjelasan secara detail tentang pedoman hitungan biaya bangun rumah, dibawah ini:

1. Menghitung Harga Tanah

Menghitung harga tanah, ialah awal mula perhitungan membangun rumah yang sobat ketahui. Langkah ini bisa sobat lewati, bilamana sobat sobat sudah memiliki tanah.

Tapi, jika sobat belum memiliki tanah. Maka, bisa mempelajari perhitungan harga tanah terlebih dahulu.

Memilih tanah dengan ukuran luas tanah yang cukup dan sesuai dengan budget yang sudah di rencanakan, adalah merupakan langkah awal yang bagus.

Sebaliknya merupakan langkah awal yang buruk, bilamana memilih tanah yang biaya di atas normal melebihi biaya bangun rumah yang sudah di rencakan.

Maka dari itu, kami berikan contoh. Misalnya saja, sobat ingin membeli tanah entah itu lokasinya di surabaya, semarang, bandung, jakarta, palembang, medan, pontianak, manado, makassar, sorong, timika, atau di papua.

Lantas, tanah yang hendak sobat beli tersebut memiliki ukuran luas sekitar 65 meter persegi dengan perkiraan harga tanah permeternya, sekitar Rp. 4.500.000.

Maka, berapa biaya yang harus di persiapkan guna bisa membeli tanah yang berukuran 65 meter tersebut? Jadi, perhitungan harga tanah secara keseluruhannya adalah sebagai berikut:
  • Diketahui:
    • Luas Tanah: 65 Meter Persegi
    • Harga Tanah Permeter: Rp. 4.500.000
  • Jadi, total harga tanahnya secara keseluruhan dengan luastanah 65m2, yakni:
    • 65 m2 x Rp. 4.500.000 = Rp. 292.500.000
Bagaimana lur, cara perhitungan dasar harga tanahnya? Sungguh mudah sekali di hitungnya, bukan!

2. Menghitung Biaya Pembuatan Pondasi

Biaya bangun rumah berikutnya yang perlu sobat perhitungkan juga, yakni menghitung anggaran budget guna pembuatan pondasi bangunan rumah.

Bagaimana, contoh perhitungan biaya pembuatan pondasi? Tentunya, harus menghitung terlebih dahulu volume pondasi rumahnya dengan mengunakan rumus trapesium.

Apakah sobat tahu, rumus Trapesium? Jika tidak, maka sama dong saya juga sebelumnya tidak mengetahuinya. Namun, saya googling di googel akhirnya jadi tahu deh.

Adapun rumus trapesium untuk perhitungan volume pondasi rumahnya, adalah sebagai berikut:
  • ((Penampang Atas + Penampang Bawah) : 2) x Tinggi Pondasi
Contohnya, katakan saja sobat hendak membangun rumah "Tipe 36 Lantai 1" dengan ukuran, seperti berikut:
  • Penampang Atasnya: 30 cm
  • Penampang Bawahnya: 50 cm
  • serta Tinggi Pondasi mencapai: 60 cm.
Dengan berpedoman pada rumus trafesium di atas, maka total volume pondasi rumah yang dimiliki, ialah:
  • ((0,3m + 0,5m): 2) x 0,6m = 0,24 meter kubik.
Hasil hitungan 0,24 meter kubik tersebut, untuk volume pondasi pertiap 1 meter ukuran panjang! Artinya, kebutuhan pondasi rumah untuk panjang 1 meter menghasilkan volume sebesar 0,24 meter kubik.

Jika sudah begitu, sobat sudah dapat menghitung berapa biaya pembuatan pondasi yang mesti di keluarkan. Taruh saja, misalnya 1 juta untuk 1 meter kubiknya.

Maka, perkiraan biaya yang perlu di keluarkan dalam sertiap ukuran per 1 meter pondasinya, ialah sebagai berikut:
  • 1 Juta x 0,24m = Rp. 192.000 / meter.

Dengan nilai segitu, berarti perhitungan kotor biaya pondasi rumah yang mesti sobat keluarkan untuk ukuran luas tanah sebesar 60 m2, yakni sekitar Rp. 6.192.000!

Adapun rincian mengitungnya, sebagai berikut:

  • 36 meter x Rp. 192.000 = Rp. 6.192.000

3. Menghitung Bahan Material Bangunan

Perhatian berikutnya yang sangat penting dan perlu sobat fokuskan serta perhitungkan ketika bangun rumah per meter, yakni menghitung biaya bahan - bahan material bangunan apa saja yang dibutuhkan.

tentang diketahui pondasi rumah untuk tipe 36 lantai 1, pada umumnya membutuhkan semen sebanyak 90 sak yang per 50 kg! Sementara, harga pasaran semen 1 sak yang per 50kg di tempat kami du jual sekitar Rp. 55.000.

Bahan material bangunan ini, merupakan bagian dalam konsep membangun rumah yang paling membutuhkan biaya besar ketimbang poin - poin yang sudah kami jelaskan di atas.

Sobat bisa simak, tentang rincian harga bahan material bangunan rumah secara ringkas di bawah ini:

✅ Batu Bata Merah

Dalam membuat dinding untuk luas 1 m2 (meter persegi), di perlukan sekitar 90 batu bata merah dengan ukuran batu batanya yang standar.

Bila di perhitungkan jumlah luas dinding untuk rumah tipe 36 1 lantai, luasnya 154 m2 (meter persegi). Maka, perkiraan batu merah yang di butuhkan, ialah:
  • 154 m2 (meter persegi) x 90 batu bata merah = 13.860 buah batu bata merah.
  • Kita bulatkan saja menjadi 14.000 buah batu bata merah, sebagai cadangan.
Sementara, harga batu bata merah di tempat kami di jual Rp. 500 perak per buahnya!

Lantas, berapa biaya yang harus di keluarkan untuk membeli keperluan batu bata merah ini? Tinggal kita kalikan saja, berikut ini:
  • 14.000 batu bata merah x Rp. 500 perak = 7.000.000 Rupiah.

✅ Semen

Rumah tipe 36 lantai 1, biasanya bisa menghabiskan semen sebanyak 90 sak yang berat semen per saknya 50 kg. Sementara untuk desain rumah lantai minimalis bisa menghabiskan lebih banyak lagi, sekitar 2 kali lipat.

Di toko material bangunan terdekat di kota kami, harga semen 50gk di jual Rp. 55.000 / sak.

Jadi, perkiraan biaya untuk beli semen sebanyak 90 sak guna membangun rumah tipe 36 lantai 1, ialah sebagai berikut:
  • 90 sak x Rp. 55.000 per sak = Rp. 4.950.000

✅ Pasir

Lalu, material pasir! Untuk kebutuhan bangun rumah tipe 36 lantai 1 di butuhkan pasir sekitar 25 meter kubik dengan harga 160.000 rupiah / meter kubiknya.

Jadi, perhitungan biaya pasir untuk keperluan bangun rumah, sebagai berikut:
  • 20 meter kubik x Rp. 160.000 = Rp. 3.200.000

✅ Kerikil

Model rumah tipe 36 lantai 1, biasanya membutuhkan material kerikil sebanyak 1 meter kubik jumlahnya dengan kondisi tanah yang stabil.

Bila harga kerikil per meter 1 kubiknya, berkisar di Rp. 300.000! Maka, perkiraan biaya yang harus di keluarkan untuk membeli kerikil, adalah sebagai berikut:
  • 1 meter kubik x Rp. 290.000 = 300.000 rupiah

✅ Paku

Material paku, juga merupakan bahan yang tak dapat di hindari! Artinya, paku ini harus siap sedia dalam setiap item pekerjaan bangun rumah.

Sehingga, sobat harus memperhitungkan juga biaya untuk membeli kebutuhan paku. Jadi Taruh saja, perkiraan biaya keperluan paku berkisar:
  • Rp. 500.000

4. Menghitung Biaya Pembuatan Atap Rumah

Agar bangun rumah bisa lebih hemat dan irit biaya, sobat dapat memakaikan seng pada atap rumahnya! Untuk rumah tipe 36 1 lantai, perkiraan banyaknya kebutuhan seng membutuhkan sekitar 40 lembar.

Harga seng di toko material terdekat pada saat ini, berkisar Rp. 70.000 per lembarnya! Kemudian selain sengnya, dibutuhkan juga rabungnya sebanyak 5 dengan perkiraan harga satuannya Rp. 15.000.

Lalu, berapa jumlah biaya keselurahan yang mesti sobat keluarkan dalam pembuatan atap rumah? Berikut ini, rincian perhitungannya:
  • (15.000 x 5) + (70.000 x 40 lembar) = Rp. 2.875.000
Sekedar tips dari larantukagypsum.com:

Agar atap seng tidak berisik kedalam ruangan rumah ketika hujan turun, nanti sobat bisa gunakan bahan peredam suara tepat pada bagian bawah sengnya.

5. Perhitungan Membuat Pintu Kusen dan Jendela

Sesudah itu, yang perlu di perhatikan selanjutnya dalam membangun rumah tipe 36 ialah perhitungan biaya untuk pembuatan pintu kusen dan jendela.

Apa jadinya, jika rumah tidak ada pintu kusen dan jendela? Sejatinya, sebuah bangunan rumah harus ada pintu kusen dan jendela supaya tidak seperti tinggal di penjara, bukan...!!

Berikut, contoh perkiraan biaya pembuatan pintu jendela dan kusen yang harus sobat ketahui:

✅ Pintu Rumah

Standarnya, rumah tipe 36 lantai 1 dengan 1 ruang kamar mandi dan 2 ruangan kamar tidur, memerlukan pintu sebanyak 5 buah! Dan jumlah ini, sudah termasuk dengan pintu utama depan belakang.

Kita asumsikan saja, pintunya terbuat dari bahan PVC berukuran 200 cm (tinggi) dan 70 cm (lebar) dengan harga per pintunya, yaitu Rp. 500.000!

Kemudian, kita kalikan dengan kebutuhan pintunya (5 buah) untuk mengetahui berapa biaya membeli pintu pvc yang mesti di keluarkan, berikut ini:
  • 5 buah pintu x Rp. 500.000 per pintu = Rp. 2.500.000

✅ Kusen Pintu

Ibarat pepatah mengatakan, ada gula ada semut! Nah, begitu juga dengan kusen. Dimana ada pintu, maka harus ada pula kusennya. Betul..??

Jadi kusen pintunya ukuran 200 cm (tinggi) dan 70 cm (lebar), juga harus sobat perhitungkan. Berikut di bawah, biaya menghitung kusen pintunya:
  • Diketahui:
    • Kebutuhan kusen pintu: 5 buah
    • Harga satuan: Rp. 250.000
  • Maka, biaya pembuatan kusen pintunya adalah:
    • 5 buah x Rp, 250.000 = Rp. 1.250.000

✅ Jendela + Kusennya

Lalu kemudian, kebutuhan jendela + kusennya! Untuk rumah tipe 36 lantai 1, biasanya membutuhkan jendela sebanyak 4 buah dengan perkiraan harga jendela per tiap 1 buahnya Rp. 260.000.

Begitu juga untuk kusennya, membutuhkan juga 4 buah kusen jendela dengan perkiraan harganya, sekitar Rp. 110.000 per kusen.

Lantas, berapa total biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat jendela + kusennya tersebut? Berikut ini, perhitungannya:
  • (4 buah jendela x Rp. 260.000) + (4 buah kusen jendela x Rp. 110.000) = Rp. 1.480.000

6. Biaya Tukang (Tenaga Kerja) dan Item Pekerjaan Lainnya

Setelah mengetahui harga tanah dan biaya - biaya membuat pondasi, bahan material bangunan, membuat atap rumah, hingga sampai biaya pembuatan pintu kusen dan jendela.

✅ Biaya Tukang (Tenaga Kerja)

Kini tiba saatnya, kita mencari tahu berapa biaya ongkos tukang atau tenaga kerja sesuai dengan item pekerjaan yang di kuasainya, berikut ini:
Kernet / Asiten Tukang87.000 / hari
Pembantu tukang/kuli terampil97.000 / hari
Tukang gali82.000 / hari
Tukang kayu pro118.000 / hari
Tukang besi beton pro125.000 / hari
Tukang cat/pelitur120.000 / hari
Tukang besi pro130.000 / Hari
Tukang ledeng120.000 / hari
Tukang listrik125.000 / hari

✅ Biaya Item Pekerjaan Lainnya

Biaya item pekerjaan bangun rumah lainnya yang juga mesti sobat ketahui dan perhatikan! Oleh karena, ini masih berkaitan dengan membangun rumah sendiri, sebagai berikut:
Biaya pemasangan keramik65.000 / m2
Biaya pasang bata35.000 / m2
Biaya pemasangan plafon45.000 / m2
Biaya plester tembok30.000 / m2
Biaya instalasi listrik60.000 / titik
Biaya galian tanah80.000 / m2
Biaya pasang beton30.000 / m2
Biaya pengecoran beton150.000 / m2
Biaya pengerjaan besi3.000 / kg
Biaya pengerjaan paving block25.000 / m2

7. Estimasi Biaya Bangun Rumah Per Meter Persegi

Jadi, kalo boleh kita menyimpulkan! Berapa biaya bangun rumah per meter persegi, bisa sobat lihat pada tabel di bawah.

Secara garis besar, di dalamnya tabelnya sobat bisa melihat kembali item biaya bangun rumah yang sudah di ulas pada poin - poin di atas! Dimana pada bagian akhir tabelnya, terdapat estimasi biaya bangun rumah per meter persegi, sebagai berikut:
Hitungan harga tanah240.000.000
Hitungan biaya pondasi6.192.000
Biaya material bata7.000.000
Pembelian material semen4.500.000
Biaya material pasir3.000.000
Biaya material kerikil280.000
Biaya material paku400.000
Biaya pembuatan atap2.675.000
Biaya pintu PVC2.250.000
Pembuatan kusen pintu1.000.000
Biaya jendela dan kusen jendela1.400.000
Total biaya keseluruhanRp. 268.697.000
Estimasi biaya bangun rumah / m2Rp. 4.478.283
Demikian pembahasan tentang perhitungan biaya bangun rumah yang dapat kami sampaikan, buat sahabat yang berencana membangun di manapun berada.

Jangan lupa, untuk menyimak juga artikel - artikel lainnya yang mungkin ada yang terlihat menarik pada artikel terkait di bagian paling bawah halaman ini atau bisa melalui menu yang sudah kami sediakan di atas. Wassalam..!!

Semoga, ulasan ini bisa membantu dan bermanfaaat. Sekian dan terimakasih sudah ikut serta berpartisipasi berkunjung juga menyimak isi artikel perihal rumah di halaman ini.