Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memanfaatkan Viral Marketing, Untuk Bisnis Online ! Yuk Ngab, Lets Go.

Tahukah sobat ! Viral marketing ternyata bisa meledakan jangkauan promosi secara eksponensial dengan biaya anggaran yang relatif rendah dan lebih efektif, yang bisa sobat baca lebih lengkapnya disini.
Memanfaatkan Viral Marketing, Untuk Bisnis Online .
Karena pada kesempatan membuat artikel kali ini, kita akan mengulas tentang viral marketing kembali sebagai koleksi artikel disitus larantukagypsum.com yang dapat saya buka kembali kapan saja, andai kata saya membutuhkannya.

Begitupun dengan sobat yang siapa tahu besok-besok sobat hendak menjalankan bisnis online dan lalu membutuhkan informasi seperti ini, maka sobat bisa menyimaknya hingga selesai.

Konten viral disaat ini, kini telah menjadi incaran banyak orang semisal pelaku bisnis online, agar dapat melipatgandakan campaign atau promosinya hingga berkali-kali lipat banyaknya.

Maka oleh karena itu, viral marketing ini semakin banyak pula orang yang minat untuk mempelajarinya dan bahkan dapat menciptakan beragam macam strategi agar tercapainya tujuan dengan satu kata yakni Viral.

Buat sobat yang tertarik dengan cara menciptakan viral marketing yang praktis dan efektif bisa dengan memilih salah satu niche yang tepat.

Yuk, mari kita simak contoh dan detailnya dalam pembahasan dikesempatan ini!

Pengertian Viral Marketing

Viral marketing yaitu cara memasarkan atau mempromosikan suatu jasa atau produk, dengan sebuah teknik ketertarikan yang sangat luar biasa target marketnya.

Harapannya dengan stretegi viral tersebut, tentunya produk atau jasa yang dipromosikan dapat menyentuh pasar dengan lebih luas lagi dan biaya anggaran yang dikeluarkan dapat lebih efisien.

Hal ini biasa terjadi, karena target market yang sudah tertarik sekaligus terpesona akan bekerja "tanpa disuruh dan diminta" untuk menyebarkan atau menshare konten promosi yang ditayangkan.

Karena sudah munculnya rasa sukarela atau keingingan yang kuat dalam hati sang target market untuk menshare atau membagikan konten pemasaran dan promosi yang telah dibuat yang sudah tayang, entah tujuannya mungkin untuk lucu-lucuan atau untuk kontra maupun pro hanya target market tersebut lah yang tahu.

Adapun pengertian dari viral marketing menuru para senior yang sudah ahli dan sudah laman berkecimpung di bisnis online, sudah kita rangkum point-pointnya yang bisa sobat baca selenekapnya berikut ini :
  • Berdasarkan Mawardi dan Hamdani ditahun 2018, cara pemasaran atau promosi viral ini adalah sebuah strategi pemasaran dengan teknik komunikasi berantai dari mulai memperbanyak informasi lalu kemudian dengan memanfaatkan sosial media agar bisa lebih terkenal dan viral.
  • Lalu menurut pendapat seorang Glennardo ditahun 2018 pula (entah berasal darimana) mengatakan, bahwa pemasaran ini merupakan strategi berjualan dengan memanfaatkan perkembangan kemajuan dari media elektronik demi tercapainya tujuan yang sudah ditetapkan oleh penjual.
  • Kemudian pendapat dari seorang Turban masih ditahun yang sama yakni tahun 2018 menyebutkan, bahwa cara promosi atau memasarkan sesuatu hingga viral adalah sebuah strategi penjualan dengan teknik konsumen sebagai penyebar informasi yang berharga untuk orang lain. Sehingga orang tadinya yang belum mengetahuinya hingga menjadi tahu, oleh karena terjadinya penyebaran informasi dari mulut ke mulut.
  • Akan tetapi jika merujuk pada opininya seorang Wilson ditahun 2020, cara pemasaran konten viral ini merupakan strategi pemasaran atau penjualan jasa maupun produk hanya sebatas untuk mendorong orang lain saja, supaya mau menginformasikannya kepada orang lain disekitarnya dengan sebuah sentuha personal atau secara pribadi. Sehingga dapat terkena efek pengaruh yang sangat besar.
  • Lain lagi dengan pendapat dari, Armstrong dan Kotler! Menurut mereka berdua, cara pemasaran viral ini merupakan pemasaran atau promosi yang dilakukan melalui jaringan internet dengan memakai email yang dimiliki ataupun yang lainnya semacam pesan sms gitu. Lalu kemudian penerima email atau penerima pesannya, akan menyebarkan kepada kawan terdekat maupun keluarga disekitarnya.
  • Ada juga pendapat lain dari seorang Helianthusonfri yang mengatakan bahwa cara pemasaran marketing viral ini yaitu salah satu strategi pemasaran atau promosi produk dan jasa yang sifatnya mempengaruhi dan menjangkau banyak orang secara luas seperti layaknya virus yang akan memberikan dampak yang besar. Lihat saja virus corona (covid19) masih saja viral, dan bahkan belum berakhir hingga sekarang.
Dari berbagai macam pendapat diatas, tentunya sobat dapat memahami bahwa tujuan dari viral marketing beserta dengan strategi dan teknik yang diciptakannya, maka keterkenalan secara ekspenonsial semakin diperlukan.

Jadi hanya dengan satu umpan yang menggod, maka konten promosi atau pemasaran yang dibuat dapat berjalan dengan sendirinya untuk dapat menjangkau target merket seluas mungkin.

Macam-Macam Viral Marketing

Terdapat banyak cara agar dapat melakukan berbagaim macam teknik pemasaran viral yang dapat sobat terapkan, baik itu dari segi positif dan negatif yang artinya konten pemasaran yang dibuat bisa jadi disukai atau bisa jadi dibenci dan hujat, oleh Karena targetnya adalah publik.

Umpamanya saja ada salah satu provider telekomunikasi yang ketika dalam membuat iklan waktu itu, terdapat konsep yang nyeleneh yakni "Saat Ramadhan adalah Axis".

Merk tersebut tentunya berhasil dalam menanamkan "Brand Awarenesnya", melalui konten viral dengan konsep yang tidak biasa atau konsep nyeleneh yang cenderung sangat aneh menurut sebagian masyarakat yang menyimaknya.

Akan tetapi, justru malah berhasil memikat para konsumen-konsumen tersebut. Sehingga dapat menyita perhatian yang lebih, untuk memviralkan konten promosi yang dibuat dengan secara sukarela.

Jadi viral marketing strategy ini bisa dikelompokan menjadi tiga macam bentuk berdasarkan jenis konten yang dibuat, seperti berikut ini :

1. Konten yang Positif

Sama seperti namanya yakni konten yang positif yang artinya pemasaran jenis ini sangat mengandalkan Unique Point Selling (UPS) atau mengandalkan kelebihan yang terdapat pada jasa atau produk.

Sehingga dalam pengemasannya pun dilakukan dengan secara positif dan benar-benar cuma memasukan ide konten yang berbau kebaikan-kebaikan, bisa juga kebijakan.

Meski cara tersebut sudah banyak para pelaku bisnis online melakukannya, namun tetap saja membutuhkan seorang angle pemasaran yang sesuai dan tepat guna membidik target market yang tepat pula.

Meskipun cara tersebut agak triky atau sulit dilakukan, namun sudah terbukti banyak produk yang sudah berhasil dipasarkan dan terjual dengan amat sangat lumayan tinggi peminatnya.

Contohnya saja :
  • pemberitaan mobil tesla yang sebelumnya sangat diheboh-hebohkan yang katanya mobil yang autopilot seperti halnya pesawat terbang! Sehingga dapat membuat sang sopir duduk manis saja dibelakang setir tanpa mengoprasikannya, sambil meminum kopi good day capucinno yang bungkus hijau agar tidak mengantuk.

Sehingga menjadi banyak orang yang penasaran dan tertarik untuk mengetahui lebih lanjut informasi yang detail tentang mobil tesla tersebut agar dapat membelinya. Alasanya, karena kecanggihan yang dimilikinya semacam kecanggihan yang ada difilm.

2. Konten yang Negatif

Lain halnya dengan konten positif diatas, konten yang negatif disini dalam menciptakan brand awerenessnya dilakukan dengan cara yang kontoversial atau nyeleneh (keluar dari jalur yang seharusnya), semisal : tidak takut untuk dihujat dan serta dikecam, karena tujuan paling utamanya yaitu agar dapat lebih dikenal oleh publik atau khalayak orang banyak.

Biasanya, para pelaku bisnis atau pelaku yang menerapkan konten pemasaran seperti ini sudah memiliki satu formula penawar yang disiapkan disaat terjadi blunder atau kesalahan.

Meskipun tak jarang sering dibuat merugi, akan tetapi tidak sedikit juga alias sudah banyak brand yang berhasil dengan menerapkan konsep konten negatif ini.

Misalnya saja :
  • ada sebuah brand pakaian, katakan saja namanya Islami Rabbani. Tahukah sobat brand atau merk ini dengan secara forntal dan terang-terangan dengan slogannya yang kontroversial dengan bunyi yaitu "Kewajiban Menutup Aurat". Sehingga dengan berbondong-bondong orang-orang pun menghujat dan mencibir brands tersebut, dengan alasan atas nama toleransi dan lain-lain.

Namun merk atau brands tersebut malah tetap enjoy dan tenang, karena mungkin sudah tahu reaksi dari target marketnya akan menjadi seperti itu.

Jadi kelebihan dari Viral Marketing yang dibuat seperti itu, dapat juga menjadikan produk yang dipromosikan akan semakin menguat oleh karena ada pengambilan sikap yang oleh brand tersebut sudah ditentukan.

Ditambah lagi dari konten yang dibuat dan sudah tayang tersebut tidak terdapat unsur yang salah dalam melanggar, baik dihukum negara maupun agama. Cuma saja, dari opini publik yang kelewat berlebihan dengan reaksi kontranya yang bang haji rhoma bilang itu sungguh terlalu.

3. Konten Abu-abu atau Satire

Yang namanya hidup dimasyarakat pasti ada pro kontranya, kecuali sobat hidup nya dipegunungan hanya seorang diri dan tak ada yang menemani keculai hewan atau binatang yang terdapat didaerah pegunungan tersebut.

Sedangkan hidup bermasyarakat untuk yang sudah paham dengan adanya pro dan kontra, mungkin hidupnya akan berjalan dengan baik-baik saja, atau bisa jadi akan menyikapinya sebaliknya.

Begitupun dengan konten viral yang satu ini yakni, konten abu-abu atau konten satire! Tujuannya dibuat memang seperti itu yaitu untuk memancing reaksi masyarakat atau publik agar dapat membagikannya, mau itu secara kontra ataupun secara pro, yang intinya harus dikenal dan terkenal lebih dulu.

Adapun contoh nyata yang dapat dipertanggung jawabkan adalah, sebagai berikut :
  • Terdapat peluncuran sebuah buku KKN di sebuah desa tertentu (maaf tidak kita sebutkan nama desanya). Karena banyak yang penasaran dengan ceritanya, kemudian membuat sebuah komentar kalo buku tersebut bukan merupakan kisah yang nyata. Buku tersebut hanyalah fiksi belaka, yang seolah dibuat nyata dengan kejanggalan atau keanehan yang tidak seharusnya ada.

Jadi gimana, ngab? Jenis viral marketing diatas sungguh menarik untuk dipelajari, bukan ?

Namun yang pasti pada intinya, ya sob! Kesemuanya itu memerlukan sebuah kejelian dan kecerdikan atau kreativitas yang nyata untuk dapat menciptakan peluang, agar terciptanya konten yang dapat viral.

Lantas, bagaimana cara menciptakan konten viral ini ?

Cara Menciptakan Konten Viral Marketing

Terdapat banyak komponen atau sel-sel yang harus disiapkan sebelum sobat membuat konten dengan tipe viral marketing sesuai dengan kebutuhan yang dibuat.

Dari sekian banyak unsur komponen atau sel-sel untuk promosi jasa maupun produk tersebut, terdapat amunisi yang dapat sobat coba, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Produk yang Knowledge

Sebuah produk yang sudah knowledge merupakan syarat yang mutlak yang harus sobat pahami dulu, sebelum sobat merencakan konsep konten pemasaran yang akan dibuat agar dapat viral seviral-viralnya.

Karena dari produk knowledge ini seorang content kreator yang handal dan ahli, dapat melihat kelengkapan jasa atau produk apa saja yang dimiliki, untuk dapat ditayangkan. Misalnya, dari segi macam berikut ini :
  • Legalitasnya ! Apakah sudah lengkap, dan apa saja bentuk legilitasnya ?
  • Lalu produknya itu terdiri dari unsur atau komposisi apa saja ? Karena terdapat sebuah komposisi yang berbahaya dan juga terdapat komposisi yang hampir menyentuh batas ambang dalam hal toleransi pemakaian.
  • Kemudian, apakan jasa atau produknya mempunyai masa kadaluarsa atau expired, dan bagaimana pula cara penyimpananya secara baik dan benar!
  • Selain itu, bagaimana cara pakai produknya ?
  • Khusus pemasaran jasa, maka jasa apa saja yang dapat konsumen pilih?
  • Selain itu juga dalam jasa, harus diketahui dulu cara memesannya, cara memprosesnya, dan lain-lainya.
Apabila sobat sudah mengetahui semua informasi tentang produk maupun jasa yang hendak sobat buatkan konten viral marketingnya, maka tinggalah sobat menentukan siapa yang akan menjadi target atau sasaran untuk dapat menerima produk atau jasa tersebut.

2. Target Market Produk/Jasa

Meskipun dapat dimengerti dan dipahami, namun dalam pelaksanaan target market ini masih saja ada sebagian orang yang salah kaprah dalam mengenali siapa saja sih yang akan membeli produk atau jasa yang akan dipasarkan.

Adapun pengertian dari target market itu sendiri adalah orang yang pasti akan membeli produk atau jasa yang dipromosikan, sedangkan untuk orang sipemakainya tidak ditentukan sebagai target market pun tidak masalah.

Semisalnya saja, begini sob :
  • Target market untuk produk bubur bayi apakah orang tua dari bayi ataukah langsung pada bayinya itu sendiri ? Tetapi yang mengkonsumsinya kan sibayi, lalu kenapa yang memengang keputusan unntuk membeli kenapa harus orang tuanya ? hehehe...
Jadi disitulah letak pentingnya dalam membuat funneling dan mengetahui target market yang jelas dan detail. Tujuannya tidak lain yaitu untuk melihat target market siapa yang paling real dan paling tertarik.

Adapun contoh target market yang paling real, semisal usia anak perempuan sekitar 12 sampai dengan 17 tahun! Kenapa bisa begitu ?

Karena mereka itu adalah termasuk generasi Z yang selalu tertarik akan hal-hal yang berhubungan atau terkait dengan idolanya.

Sehingga berawal dari target market tersebut, maka konten viral marketing dapat berjalan dengan baik dan lancar serta sesuai dengan yang dikonsepkan.

3. Unique Point Selling (UPS)

Unsur atau komonen terkahir yang harus sobat pahami yakni tentang apa itu Unique Point Selling atau yang biasa disingkat UPS, USP, dan lain sebagainya.

Jadi Unique Point Selling ini merupakan bagian dari produk atau jasa yang akan masuk pada skema konten promosi atau pemasaran.

Viral marketing strategy juga merupakan bagian dari Uniquee Point Selling itu sendiri yang termasuk kedalam Killing Point yang artinya, seorang pembeli tidak dapat menolak segala bentuk penawaran yang tersampaikan.

Semisal dari segi keunggulan produk atau jasa yang dimiliki tidak ada kompetitor lain pun yang sama memiliki, begitupun dari segi harga yang ditawarkan, dan lain sebagainya.

Jadi semakin banyak Unique Point Selling yang dipunyai, maka semakin akan semakin mudah dalam menciptakan sebuah strategi pemasaran atau promosi yang viral.

Bagaimana tiga unsur atau komponen viral marketing diatas ? Sudah adakah keinginan untuk memulai membuat strategi pemasaran atau promosi produk maupun jasa yang viral ?Sobat dapat melihat contoh-contohnya, pada ulasan dibawah ini!

Contoh Viral Marketing

Berbagai macam contoh dari Viral marketing sebetulnya terdapat banyak sekali, entah itu dilakukannya secara online maupun ofline. Yang pasti sudah banyak contoh viral marketing yang dilakukan oleh merk atau brand-brand ternama, seperti berikut ini:

1. Contoh Viral Marketing Secara Online

Jaringan internet dalam penggunanya disaat ini, sangat mendukung sekali dalam menjalankan konten promosi viral marketing yang dilakukan secara online agar produk maupun jasa yang dipasarkan bisa menjadi semakin booming dan ngtrends.

Perihal tersebut terjadi oleh karena sudah terdapat banyak sekali pengguna internet yang aktif di Negara Indonesia, bahkan hampir diseluruh dunia mungkin sudah tersedia yang namanya jaringan internet.

Pengguna internet yang semakin merebak ini, sebagian pastinya sudah sangat begitu akrab dalam kesehariaanya dalam memakai beragam macam fitur jejaring yang ditawarkan internet, misalnya :
  • Melalui platform pemasaran
  • Melalui sosial media
  • Melalui media resmi
  • dan yang lainnya.
Adapun salah satu contohnya yaitu viral marketing yang terdapat pada sebuah platform ecommerce lazada yang akhir-akhir ini, telah menjadi perbincangan hangat oleh publik karena telah mengundang seorang artis korea yang sudah terkenal yakni Lee Min Ho namanya.

Dengan hadirnya artis korea Lee Min Ho, setidaknya dapat meningkatkan penggunaan aplikasi eccomerce lazada tersebut dengan secara signifikan.

Pasalnya, sosok publik figure yang diundang terebut memiliki pengaruh yang kuat ! Selain itu, dari pihak ecomerce lazada ini pun sungguh sangat cerdik dalam memilih publik figure yang dikombinasi dengan pengguna aktif aplikasi dari kaum perempuan dengan usia yang masih produktif.

Sehingga sungguh sangat jadi seimbang, pas dan sesuai antar produk yang dipromosikan atau dipasarkan dengan konsep viral marketing yang dikonsepkan sebelumnya.

Lalu misalnya lagi sobat hendak meniru strategi tersebut ditoko online milik sobat sendiri, maka itu sangatlah bisa sekali dilakukan.

Atau katakan saja, sobat hendak mengolah viral marketing shopee punya ? Sobat dapat melakukan endorse sesuai dengan ketertarikan target market, dan menjadikan toko online sobat di shopee sebagai call to action (CTA).

Jadi konsumen yang dapat sobat tarik, bisa berasal darimana saja seperti mulai dari twitter, instagram, facebook, bahkan hingga yang lagi viral baru-baru ini yakni dari aplikasi tiktok.

Khusus untuk tiktok, agar mudah karena lebih fokusnya divideo-video pendek, maka dalam menerapkan konsep viral marketing di tiktok sobat dapat memakai strategy yang sesuai disitu, contohnya :
  • Membagi video untuk promosi menjadi beberapa part atau bagian
  • Melakukan snicth dengan video yang serupa
  • Menggunakan sounds yang memiliki potensi FYP,
  • Pakai hastag callenge yang sementara lagi berlangsung, 
  • dan masih banyak yang lainnya.
2. Contoh Pemasaran (promosi) Viral secara Offline

Berbeda dengan pemasaran viral yang online! Pada strategi secara offline ini, hanya terfokus pada ranah offline yang tidak terjangkau oleh online.

Misalnya saja:
  • Menyebarkan brosur, menggunakan billboard, melakukan running text di pole sign, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Ada terdapat banyak contoh billboard yang sudah berhasil menjadi viral, oleh karena konsepnya yang sungguh unik serta menggelitik, seperti :
  • iklan Salon Ivan Gunawan yang adu satire dengan Dedy Corbuzier, 
  • lalu caption nyeleneh milik rokok U mild '
  • 'dan masih banyak lagi contoh lainnya.
Demikianlah ulasan tentang viral marketing beserta dengan contohnya yang dapat larantukagypsum.com sampaikan.

Jadi terdapat beragam cara dan strategi yang dapat menghasilkan ledakan promosi dengan efisiensi biaya yang terbaik.

Cuma saja, sobat masih tetap perlu berhati-hati dalam membidik human interest yang akan menjadi target. Apabila salah-salah, malah nanti akan menjadi blunder buat sobat.

Sekian dan terimakasih atas kunjungannya. Selamat mencoba serta semoga bermanfaat..!!