Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keunggulan Menanam Sayuran Hidroponik Di Sekitar Rumah.

Apakah Sobat sedang ingin berkebun atau menanam sayur sendiri di sekitar rumah, tetapi bingung karena keterbatasan lahan? Tenang, menanam sayuran hidroponik bisa menjadi solusinya.

Masih banyak orang yang beranggapan bahwa berkebun selalu dikaitkan erat dengan kebutuhan lahan atau tanah yang luas.

Faktanya, seiring berkembangnya teknologi, sudah banyak inovasi dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan metode hidroponik.

Apa Itu Hidroponik?

Sayuran Hidroponik

Hidroponik adalah metode bercocok tanam menggunakan media air yang kaya nutrisi dan unsur hara untuk menyuplai makanan langsung ke akar tanpa perlu ditanam di tanah.

Hidroponik bekerja dengan cara mengontrol kebutuhan tanaman, mulai dari nutrisi, cuaca, pH, dan kondisi lingkungan lainnya sehingga tanaman tetap bisa berkembang meski tanpa tanah sebagai media tanam.

Ada beberapa jenis sistem dalam hidroponik. Dilansir dari laman This NZ Life, secara umum ada enam tipe sistem, yaitu:

1. Aeroponik

Sistem aeroponik adalah menyemprotkan kabut halus yang kaya nutrisi ke akar tanaman yang "mengudara" dan memungkinkan untuk terpapar oksigen secara maksimal.

Meskipun terkesan rumit dan membutuhkan biaya yang mahal, tetapi prospek sistem aeroponik ini terbukti sangat menjanjikan di masa depan, terutama untuk memenuhi produksi sayuran hidroponik di perkotaan.

2. Nutrient Film Technique (NFT)

Merupakan salah satu metode hidroponik tertua yang cukup populer di kalangan petani komersial. Metode ini menggunakan saluran air yang digerakkan oleh gravitasi untuk menciptakan aliran air yang kaya nutrisi sebagai penyuplai langsung ke akar tanaman.

Sistem NFT hanya memerlukan sedikit nutrient water karena hanya akar yang menjadi target utamanya. Metode ini sangat efisien, tetapi tetap memiliki risiko apabila air berhenti mengalir.

3. Ebb and Flow

Sistem ini bekerja dengan membanjiri bedengan secara berkala. kemudian mengalirkan air untuk "mengekspos" akar ke oksigen dan melepaskan karbondioksida.

Sistem ini cocok bagi mereka yang sudah berpengalaman dalam bidang hidroponik.

4. Deep Water Culture (DWC)

Cara kerjanya adalah akar tanaman dibuat melekat pada media tumbuh dalam pot yang kemudian digantung di wadah yang berisi air kaya nutrisi atau unsur hara.

Kelemahan DWC adalah pemadaman listrik atau kegagalan pompa udara yang digunakan dapat menyebabkan tanaman mati.

5. Wick System

Ini adalah metode paling sederhana untuk menanam secara hidroponik karena tidak memerlukan peralatan dan perlengkapan yang mahal dan rumit. Prinsip dasar wick system yaitu dapat dibuat dengan botol plastik liter kosong, beberapa tali, media tanam, dan benih.

Tidak ada pompa atau peralatan mahal lainnya serta tidak memerlukan listrik.

6. Drip System

Sistem ini adalah yang paling umum di berbagai belahan dunia. Drip system menjadi pengaturan dasar, tetapi berbeda dengan sistem sebelumnya.

Sistem ini membutuhkan listrik untuk menjalankan pompa submersible. Pompa listrik mengirimkan air yang mengandung larutan nutrisi ke akar sayuran yang sedang bertumbuh.

Bagaimana Cara Menanam Sayuran Hidroponik?

Seperti yang Sobat ketahui bahwa ada banyak cara menanam sayuran dengan metode hidroponik yang bergantung pada sistem yang Sobat gunakan.

Namun, pada dasarnya adalah bahwa akar tanaman diberi air dan oksigen yang diperkaya nutrisi secara konsisten untuk mendorong aktivitas akar tanaman dalam tumbuh dan berkembang.

Untuk membangun kebun hidroponik yang dipenuhi sayuran, juga bergantung pada metode yang Sobat inginkan.

Bagi pemula, disarankan untuk menggunakan wick system, drip system, atau deep water culture. Hal ini karena ketiga metode tersebut merupakan sistem yang paling mudah untuk dibuat. Bahan dasarnya tidak rumit dan peralatannya pun tidak sulit untuk dirakit.

Keunggulan Menanam Sayuran Hidroponik

Ketika Sobat memutuskan untuk menanam sayuran sendiri dengan metode hidroponik, Sobat dipastikan akan mendapat banyak manfaat dari keunggulan penanaman hidroponik ini, di antaranya adalah:
  1. Hemat Lahan (tanpa menggunakan tanah).
  2. Hemat air, bisa mencapai 80% lebih sedikit daripada metode penanaman konvensional dengan tanah.
  3. Tumbuh lebih cepat (tingkat pertumbuhan 2 kali lipat).
  4. Tidak ada rumput liar karena Sobat bisa mengontrol lingkungan tanaman Sobat sendiri.
  5. Sedikit atau bahkan bebas pestisida.
Bercocok tanam dengan metode hidroponik memiliki masa depan yang cerah tak hanya bagi Sobat yang ingin menanam sayuran organik di rumah, tetapi juga bagi petani yang mengedepankan dampak lingkungan yang ramah. Jadi, tak perlu ragu untuk menanam sayuran hidroponik, ya!