Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Langkah Cara Berternak Ayam Kampung, di Pekarangan Rumah!

Ada beberapa langkah atau cara yang perlu dipahami dalam mempersiapkan beternak ayam kampung yang baik dipekarangan rumah, agar bisa menciptakan daging ayam kampung yang berkualitas.
cara budidaya ayam kampung model kecil
Berikut penjelasan dari kita tentang cara ternak ayam kampung yang mungkin bisa berguna, teruntuk buat sobat atau mas brow yang tertarik..!!!

Apa itu ayam kampung ? Pastinya sobat sudah mengetahuinya, yakni : merupakan salah satu jenis ayam yang ada di Indonesia yang sudah terkenal akan rasa dagingnya yang sangat lezat dan lebih bernutrisi.

Ayam kampung itu sendiri tentunya sesuai dengan namanya yakni ada kata kampung, yang berarti ayam jenis ini memang sudah agak susah dicari dikota besar.

Dan ini artinya, ayam kampung masih mudah sobat cari di kampung - kampung atau di pinggiran kota yang belum terlalu padat penduduknya.

Atau ayam kampung bisa sobat cari dipasar tradisonal, jika penduduk dikota-kota besar sudah tidak ada lagi yang membudidayakannya.

Sekedar sobat ketahui bahwa cara hidup ayam kampung ini terasa lebih alami ketimbang cara hidup jenis ayam lainnya, semisal ayam boiler atau ayam petelur.

Pasalnya, ayam boiler atau ayam petelur tersebut dalam cara beternaknya, tidak jarang bahkan mungkin banyak para pelaku budidaya atau peternak ayam boiler menyertakan bahan kimia.

Maka jika dilihat dari segi kesehatan, ayam kampung tentunya akan lebih aman dan lebih menyehatkan bagi tubuh kita untuk dikonsumsi.

Metode Beternak Ayam Kampung

Buat sobat yang hendak budidaya ayam kampung sendiri dipekarangan rumah, dengan cara beternak ?

Maka perlu diketahui dulu, sistem atau metode berternak ayam kampung yang mana yang akan sobat terapkan, semisal berikut ini:

1. Metode Beternak Semi Intensif

Sistem atau metode beternak ayam seperti ini, yakni membatasi gerak gerik ruang ayam kampung seminim mungkin.

Karena pada intinya ayam yang tidak banyak bergerak atau berlari sana sini, dapat menciptakan daging ayam yang tebal dan banyak.

Dengan sistem beternak semi intensif ini, dalam pembuatan kandang ayamnya diisi dengan sejumlah ayam betina dan satu ayam jantan, agar proses berkembang biaknya bisa cepat.

Dan diwaktu ayam betina bertelur, sobat dapat memisahkan telur - telur tersebut dan memasukannya kedalam inkubator untuk ditesaskan.

Akan tetapi dengan sistem atau metode beternak seperti ini, yakni dengan membatasi ruang gerak ayam yang sobat ternak.

Maka, sobat harus mengeluarkan biaya pakan yang agak sedikit lebih mahal ketimbang beternak dengan menggunakan metode umbaran yang akan kita jelaskan berikut ini.

2. Metode Beternak Umbaran.

Sistem atau metode umbaran kebalikan dari metode beternak semi intensif, dimana ayam yang sobat ternak dibebaskan untuk berkeliaran dipekarangan rumah.

Beternak ayam dengan menggunakan menggunakan metode umbaran, sobat tak lagi repot harus memasukan ayam kekandang ayam yang habis bermain dan berlari-lari dari pagi hingga sore hari dipekarangan rumah.

Dengan metode umbaran seperti ini, sobat dapat menekan biaya pemberian makanan pada ayam oleh karena ayam akan mencari pakan sendiri dipekarangan rumah sobat.

Akan tetapi beternak ayam dengan menggunakan sistem umbaran ini, biasanya akan membuat ayam menjadi lebih liar alias tidak jinak lagi. Selain itu dalam pertumbuhan ayamnya juga tidak akan terlalu insentif.

Cara Berternak Ayam Kampung, di Pekarangan Rumah.

Berikut dibawah inilah cara atau langkah langkah dalam berternak ayam kampung yang bisa sobat terapkan dan praktekan sendiri dipekarangan rumah:

1. Mempersiapkan Kandang Ayam

Langkah ketiga adalah mempersiapkan kandang ayamnya terlebih dahulu dengan sistem desain pembuatan kandang ayam yang baik dan sesuai, agar ayam bisa berkembang biak dan berlindung dengan secara aman dan nyaman.

Dan berikut ini adalah ketentuan yang perlu sobat perhatikan dalam membuat kandang ayam yang baik:
  • Letak pembuatan kandang, dipekarangan rumah yang pengawasannya mudah diawasi.
  • Bahan membuat kandang bisa dari bambu maupun kayu dengan desain dindingnya agak dibuat rapat, supaya hewan atau binatang ternak lain tidak bisa masuk.
  • Ketinggian kandang harus agak tinggi, paling rendah 2.5 meter.
  • Membuat partisi didalam kandang menjadi 2 kotak atau dua ruangan untuk anakan ayam dan ayam yang sudah dewasa.
  • Seminggu sebelum kandang dimasuki ayam, sobat semprot dulu kandang ayamnya untuk menghilangkan kuman yang dapat menggangu kesehatan ayam dengan menggunakan pestisida organik.
2. Memilah Indukan Ayam

Beternak ayam kampung dari modal kecil hingga sukses, dimulai dari bagaimana cara kita memilih memilah indukan ayam yang unggul untuk memberikan keturunan ayam yang bagus dan baik.

Maka oleh karena itu, sobat mesti perhatikan ciri-ciri indukan ayam jantan dan betina yang unggul dan baik berikut ini :

Ciri indukan ayam jantan yang baik:
  • ayam jantan tidak cacatayam jantan sehat wal'afiat
  • ayam jantan sangat aktif bergerak
  • bulu ayam jantan terlihat mengkilap
  • suara berkokok ayam jantan sangat lantang dan keras
Ciri indukan ayam betina yang bagus:
  • ayam betina tidak cacat
  • ukuran tubuh ayam betina terlihat besar dan gemuk
  • bulu ayam betina juga harus terlihat mengkilap
  • ayam betina yang bagus memiliki warna yang unik dan menarik
3. Menikahkan Indukan Ayam

Menikahkan disini mungkin kata yang lebih tepatnya, adalah mengawinkan atau kalo bahasa bantennya itu mengewekan 2 ekor ayam jantan dan betina.

Karena kata menikahkan lebih cocok dan lebih bijakasana atau lebih umum ditujukan kepada, sepasang kekasih atau 2 manusia laki laki dan perempuan yang sedang dilanda kasih.

Jadi sebelum sobat mengawinkan ayamnya, sobat tempatkan dulu indukan ayam dikandang dan berikan selalu makanan tambahan selama beberapa hari agar indukan ayam bisa beradaptasi.

Karena proses mengawinkan atau mengewekan ayam tidak bisa sobat percepat, seperti secepat manusia yang kapan selalu siap dalam melepaskan hasratnya yang selalu ada.

Dengan kata lain, proses mengawinkan ayam ini terjadi dengan secara alamiah diwaktu indukan ayam memang telah siap dikawinkan.

Adapun ciri indukan ayam yang sudah siap dikawinkan, bisa sobat lihat dari tingkah laku ayam betina yang sudah mulai berisik berkokok setiap harinya.

Jika ayam betina sudah seperti itu, sobat cepat siapkan ayam jantan yang bagus lalu kemudian satukan hingga ayam jantan selesai mentranfer hormonnya pada ayam betina.

Setelah itu pisahkan ayam betina dari ayam jantan dengan cara tempatkan kembali ayam betina pada kandang khusus mengeram dan tunggu hingga bertelur.

Telur yang dihasilkan ayam kampung, biasanya bisa mencapai 6 sampai 15 telur dalam 1 kali menetas tergantung dari kesehatan ayam betina dan hormon dari ayam jantan yang dipilih.

4. Menetaskan Telur Ayam.

Menetaskan telur ayam disini, bukan berarti sobat pecahkan sendiri telurnya lalu sobat hendak goreng untuk dijadikan telur mata sapi.

Jadi menetaskan telus disini dilakukan oleh indukan ayam dengan secara alami, agar bisa ayam betina bisa membuahkan telur untuk bisa menetas menjadi anakan ayam.

Namun, ada cara cepat dalam meneteskan telur ayam selama 15-21 hari. Cara cepat ini, yakni memakai inbukator dengan ketentuan cara pakainya adalah sebagai berikut:
  • Meletakan telur dibawah sebuah lampu
  • Menggunakan lampu neon maupun bohlam yang 10 Watt
  • Menyesuaikan ukuran kotak untuk penetasan ayamnya
5. Memelihara Anakan Ayam.

Sobat dapat menempatkan anakan ayam kampung pada kandang khusus atau kandang yang terpisah dari ayam ayam kampung yang sudah tumbuh besar, lalu pelihara anak ayam tersebut dengan baik.

Karena yang namanya anak ayam pastinya membutuhkan perhatian yang lebih serta perawatan yang intensif, semisal : memberikan makanan khusus yang spesial untuk anakan ayam kampung tersebut.

Adapun makanan terbaik khusus anakan ayam menurut pakar atau ahli ternak ayam, salah satunya yaitu : jagung yang digiling sehalus mungkin.

Berikan selalu pakan jagung halus tersebut pada anakan ayam, sampai usianya mencapai umur 2 bulan.

Setelah umur anakan ayam mencapai 2 bulan, silahkan sobat pindahkan ayam yang sudah beranjak dewasa itu kekandang khusus ayam yang sudah dewasa.

Itulah ulasan yang dapat kita sampaikan buat sobat yang memerlukan info seperti ini, yakni informasi tentang Bagaimana Langkah atau Cara Berternak Ayam Kampung yang Baik di Pekarangan Rumah.

Apakah ini bisa membantu ? Yuk pantau terus artikel lainnya, baik yang lama maupun updatetan artikel terbaru yang bisa sobat lihat pada recent postingan minimalis terbaru atau bisa juga melalui beranda situs ini.