Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Macam Jenis Sablon Manual Kaos! Tintanya, Ada di Pasaran Indonesia.

Beragam macam jenis sablon manual yang penyablonan kaosnya dilakukan dengan secara manual dengan menggunakan tinta pilihan khusus sablon manual, dapat sobat temukan dipasaran di Indonesia disaat sekarang ini !
Jenis  Sablon Manual
Apa itu sablon manual ? sablon manual merupakan salah satu teknik dalam dunia penyablonan kaos, yang masih sangat digemari dan juga masih dipakai hingga sampai saat sekarang ini!

Perihal sablon manual ini, sudah larantukagypsum.com ulas tutorial cara sablon manual diartikel sebelumnya. Namun, masih belum menjelaskan tentang macam jenis sablon manual yang biasa dipakai sebagai teknik penyablonan kaos secara manual.

Maka oleh karena itu, dipembahasan kali ini akan kita ulas ada sekitar 13 jenis sablon sablon kaos manual dengan berbagai macam jenis tinta yang digunakan yang sudah kita rangkum dan akan kita pindahkan rangkumannya dengan berupa tulisan dihalaman ini.

Kenapa sablon manual masih banyak digemari ?

Karena selain peralatannya yang sederhana, harganya juga sangat bisa dijangkau oleh dompet yang ada disaku belakang celana kita!

Selain itu dari segi kualitas, belum ada teknik sablon lain yang bisa menandingi kualitas dari sablon manual. Meskipun, dengan menggunakan teknik sablon digital sekalipun!

Andai kata adapun yang dapat menandinginya, pasti itu harus dibayar dengan harga yang sangat mahal ketimbang sablon manual yang cenderung sangat lebih murah.

Lalu apa saja jenis tinta sablon kaos manual yang dimaksud ?

Berikut dibawah ini macam jenis tinta sablon kaos yang penyblonannnya dilakukan dengan secara manual :

1. Sablon Manual Reflektif

Jenis sablon kaos manual yang pertama adalah sablon reflektif, dimana jenis sablon manual reflektif ini menggunakan tinta yang didalamnya terdapat kandungan bahan dasar khusus.

Kandungan bahan dalam tinta tersebut, dapat membuat efek menyala pada warna desainnya apabila terkena sinar atau cahaya dari lampu yang menyorot.

Efek warna yang menyala tersebut akan terlihat lebih nampak dan jelas, apabila disoroti dengan cahaya dari jarak yang cukup dekat yakni sekitar 2 hingga 4 meter jarak sorotnya.

Adapun cat atau merk tinta pada sablon manual reflektif yang biasa digunakan, yaitu : Tinta Produksi dari Pabrikan yang 3M!

Akan tetapi, jenis sablon kaos dengan model desain seperti ini akan sangat sulit ditemui! Pasalnya, sudah jarang ditawarkan lagi oleh produsen kaosnya itu sendiri.

Penyebabnya mungkin karena bahan baku (dasar) yang diperlukan untuk pembuatan tinta reflektifnya juga sudah sangat susah tuk dicari, baik itu di toko online maupun offline yang menjual perlengkapan bahan dan peralatan sablon kaos.

2. Sablon High Density

Jenis yang kedua terdapat sablon manual high density yang artinya, jenis sablon manual yang satu ini terbuat dari bahan dasar plastiol atau cat plastiol.

Selain itu dalam proses penyablonan manualnya pun tidak lagi menggunakan kain sebagai screen, melainkan dengan menggunakan keramik yang dijadikan sebagai secreen.

Perihal bahan screen dari kain yang digantikan dengan keramik tersebut, fungsinya yaitu agar cat plastiol yang digunakan untuk mewarnai sekaligus sebagai bahan desain kaos sablon bisa memunculkan efek timbul.

Adapun ketinggian atau ketebalan efek timbul pada sablon kaos high density ini, berkisar diantara 10 mm hingga sampai 30 mm.

Dan cara penyablonannya pun dilakukan dengan secara berulang-ulang, hingga sampai efek timbul yang tercipta sesuai dengan keinginan yang sudah dikonsepkan.

Selain menciptakan efek timbul dengan ketebalan atau ketinggian yang diinginkan, jenis sablon high density ini juga dapat menciptakan efek warna sablon yang terkesan basah serta terang mengkilat.

Bahkan ada juga yang menciptakan warna doff, yang pada intinya penciptaan warna yang diinginkan pada kaos sablon high density ini tergantung dari settingan sang penyablonannya itu sendiri.

3. Sablon Manual Foil

Jenis sablon yang berikutnya lagi yaitu sablon foil yang termasuk kedalam teknik sablon manual, dimana proses penyablonannya dengan menggunakan bahan kertas dari logam yang super tipis sebagai pelapis desain pada kaos yang disablon dengan efek memantul dan mengkilat.

Jadi, dalam proses penyablonannya si foil yang terlapisi kertas logam direkatkan pada kaos yang akan disablon dengan menggunakan pereket khusus, yang bisa sobat pilih warnanya dengan beberapa macam warna pilihan yang tersedia.

Akan tetapi sablon kaos manual jenis foil ini hanya dapat diaplikasikan pada kaos dengan desain harus yang sederhana. Selain itu untuk penyablonan 1 kaosnya pun tidak bisa menggunakan 2 warna pilihan dalam satu desain, melainkan hanya bisa 1 warna saja yang dapat sobat pilih dan gunakan.

4. Sablon Manual Glitter

Yang keempat ada sablon kaos manual yang disablon dengan gaya glitter, ini artinya apa ?

Artinya adalah ini jenis sablon kaos manual yang desain warna gambarnya di buat dari bahan Micca yang dapat menciptakan efek kerlap kerlip seperti halnya bintang dilangit.

Desain sablon glitter yang dihasilkan pun terkesan glamour dan modern, oleh karena terdapat zat transparan didalamnya.

Sablon glitter dapat diterapkan pada berbagai macam jenis permukaan kaos, baik itu permukaan kaos yang kasar hingga sampai pada bentuk yang halus sekalipun.

5. Sablon Foaming Puffy

Biasa disebut juga dengan istilah Puff Print yang termasuk kedalam jenis sablon kaos manual dengan bahan desainnya dibuat dari bahan cat karet yang dapat memunculkan efek timbul (foaming puffy) pada desain kaosnya.

Akan tetapi efek timbul yang dihasilkan dari bahan cat karet tersebut prosesnya dibutuhkan pemanasan dulu, supaya dapat menciptakan efek timbul dengan bentuk semacam foam.

Jenis penyablonan foaming ini, tentunya termasuk kedalam sablon manual yang dalam pengerjaan hanya tersedia 2 jenis bahan berbasis cairan sebagai penyebab timbulnya desain sablon kaos yang tercipta.

Sablon foaming ini bisa dikombinasikan juga dengan sablon plastisol yang sudah kita jelaskan diatas, serta dapat juga dipadukan dengan sablon rubber yang baru akan kita jelas diurutan jenis sablon kaos manual berikutnya.

Akan tetapi desain foaming yang dihasilkan akan terasa berbeda, apabila dipadukan atau dikombinasikan dengan ke dua jenis penyablonan manual tersebut yakni sablon plastisol dan rubber.

Selain itu, apabila dilihat dari segi kualitas sablon foaming puffy ini agak kurang mumpuni atau menguntungkan! Pasalnya, desain timbul pada sablon kaos manual jenis ini hanya dapat bertahan 9 kali cucian hingga sampai 11 kali cucian saja.

Sehingga, produk kaos dengan sistem desain penyablonan manual seperti ni agak kurang laku dipasaran di Indonesia.

6. Sablon Flocking (Beludru)

Biasa disebut juga sebagai penyablonan emboss manual, yang dapat menghasilkan efek beluduru pada desain kaos yang disablon! Istilah beludru itu sendiri adalah sesuatu bahan dari plastik sintesis, yang memiki serat semacam kulit.

Meskipun sablon flocking atau sablon beludru ini dalam proses pengerjaan penyablonannya sama seperti jenis sablon kaos yang sudah dijelaskan diatas, yakni sama-sama dilakukan dengan secara manual!

Namun, dalam menetapkan bentuk desain untuk kaosnya agak sedikit berlainan! Pasalnya pada sablon floocking atau beludru ini, hanya bisa menerapkan desain 1 warna dengan bentuk desain berupa tulisan atau kata-kata yang sederhana.

Secara garis besarnya, cara menyablon kaos dengan metode flocking ini yakni dengan menambahkan taburan bubuk kertas tepat diatas lem flocking, dan kemudian membiarkannya mengikuti alur lem agar dapat sesuai dengan bentuk desain yang sudah dibuat.

Desain flocking juga biasanya dapat menciptakan bentuk yang mempunyai efek timbul, dengan tebalnya bisa mencapai 1 mm hingga sampai 20 mm.

Meskipun proses penyablonan flocking atau sablon beludru ini dilakukan dengan secara manual, akan tetapi masih dibutuhkan sebuah mesin pemanas (heat press) yang biasa dipakai pada sablon digital.

7. Sablon Manual Discharge

Termasuk kedalam metode penyablonan manual, dimana tinta discharge yang dipakainya dapat mengubah bahan warna kaos yang disablon menjadi warna tinta discharge yang dipakai tersebut.

Misalnya saja : sobat menyablon kaos warna hitam dan tintanya dengan menggunakan warna discharge putih?

Maka, dengan menggunakan metode atau teknik sablon manual seperti discharge ini, warna kaos yang asal mulanya warna hitam akan berubah berwarna menjadi putih.

Entah apa penyebabnya ! Apa mungkin, karena kandungan tinta atau cat yang terdapat pada sablon discharge tersebut?

Pasalnya, tinta atau cat yang dihasilkan pada sablon manual discharge merupakan perpaduan antara bubuk atau binder yang dicampur dengan cat super white.

Sedangkan bubuk atau binder itu sendiri, fungsinya adalah sebagai bahan pendukung yang dapat menonaktifkan zat warna asli pada kaos yang disablon.

Meskipun teknik sablon manual discharge ini dapat menghasilkan desain yang sangat lembut serta terlihat lebih alami pada warna kaosnya, akan tetapi hanya berfungsi pada bahan kain kaos katun murni yang reaktif saja.

Selain itu, cat atau tinta yang dipakai sablon discharge manual ini juga tidak cocok dipakaikan pada kain-kain sintesis yang memiliki kandungan polyester didalamnya.

Dan cat atau tinta discharge hanya dapat digunakan pada bahan kain kaos yang berwarna, semisal : warna biru dongker dan hitam.

Setidaknya terdapat 3 warna kain kaos yang agak susah dicabut atau diganti pada sablon manual discharge ini, diantaranya yaitu :
  • Warna biru, ungu dan hijau
Selain warna-warna tersebut, warna kain kaos lainya yang termasuk kedalam warna gelap yang reaktif masih bisa disablon dengan sablon manual discharge ini.

8. Sablon Glow In The Dark

Sablon manual yang dihasilkan pada jenis Glow In The Dark ini, sempat heboh dan booming disaat awal mula ditemukan! Pasalnya, terdapat keistimewaan tersendiri yakni warna desain dapat menyala di tempat yang gelap.

Penyebab dapat menyala ditempat yang gelap pada sablon manual glow in the dark ini, mungkin karena di dalam formula tinta atau cat yang digunakannya terdapat kandungan fosfor.

Istilah fosfor itu sendiri, artinya adalah sesuatu yang dapat menyerap cahaya untuk kemudian dipancarkannya kembali.

Agar glow in the dark dapat menciptakan efek terbaiknya, maka harus dikombinasikan dengan tinta atau cat lainnya sebagai mediasi, seperti :
  • Tinta plastisol
  • Cat Rubber
  • Tinta extenderdan tinta-tinta atau cat-cat lainnya
Hanya untuk sekedar diketahui bahwa cat sablon glow in the dark ini hanya terdapat 2 jenis varian warna saja yang tersedia dipasaran di Indonesia hingga sampai saat sekarang ini.

Adapun 2 warna varian cat sablon glow in the dark tersebut, diantara adalah:
  1. Vairan warna nyala jingga (Orange Glowing)
  2. Vairan warna nyala hijau (Green Glowing)
9. Sablon Manual Platisol

Merupakan jenis tinta sablon kaos manual yang didalamnya terdapat kandungan oil based. Plastisol ini mempunyai ke istimewaan tersendiri, yang tak didapat pada jenis tinta sablon manual lainnya.

Adapun keistimewaan tinta sablon plastisol yang dimaksud, yaitu : kemampuannya dalam mencetak rasker atau dot yang berukuran besar sebesar-besarnya dengan hasil desain yang prima.

Meskipun begitu, tinta plastisol untuk sablon manual ini dibandrol dengan harga lumayan tinggi oleh produsennya, baik itu dari segi bahan baku tinta maupun perlengkapan peralatan untuk menyablonnya.

Selain itu tinta sablon platisol agak susah kering jika suhu berada dibawah 160 deraja celcius. Sehingga membutuhkan peralatan tambahan untuk mempercepat pengeringan yang efektif, semisal :
  • Hot gun
  • Sinar infra merah
  • Flash curing
  • Conveyor curing
  • dan lain sebagainya.
Dan ketika tinta plastisol ini sudah kering betul, maka daya rekat desain pada kain kaosnya akan sangat baik dan tak ada tandinganya.

10. Tinta Sablon Manual Superwhite

Berikutnya terdapat tinta sablon manual yang ke 10 terdapat tinta superwhite yang biasa dipakai sebagai bahan pewarna dalam penyablonan sistem manual.

Tinta superwhite ini, memiliki karakter dapat menembus tembus pada serat kain kaos yang disablon. Perbedaan dengan tinta sablon lainnya, mungkin tinta superwhite ini sifatnya yang lebih transparan terhadap warna kain yang gelap.

Tinta sablon manual superwhite ini, memiliki ciri khas tersendiri dalam menciptkan warna desainnya yakni cenderung terlihat pudar! Sehingga, akan sangat cocok digunakan pada desain vintage yang terdapat nuansa oldschoolnya.

Selain itu tinta superwhite bisa dipadukan dengan tinta discharge yang sudah dijelaskan diatas pada point ke tujuh atau jenis tinta sablon manual lainnya, agar dapat menghasilkan varian warna desain yang menarik.

11. Sablon Manual Tinta Pigmen

Tinta pigmen ini, terbuat dari bubuk pewarna sablon manual yang sifatnya dapat meresap kedalam celah serat-serat kain kaos yang disablon.

Akan tetapi hanya dapat diaplikasikan pada bahan kain kaos, yang memiliki warna kaos terang benderang dan tidak disablonkan pada warna kain kaos yang gelap.

Loh kenapa bisa begitu ? Karena, karakter yang dimiliki oleh tinta pigmen ini tak dapat mengalahkan karakter warna gelap pada serat kaos.

Sehingga warna yang ditranfer oleh tinta pigmen pada kain kaos yang gelap, tidak akan dapat muncul di karenakan pigmennya pemalu. Hehehe...

Oh tidak, bukan pemalu! Melainkan dalam formula tinta pigment terdapat sel atau zat super halus yang dapat menyerap pada semua jenis serat kain kaos.

Selain itu motif tekstur kain kaos yang disablon manual dengan menggunakan tinta pigmen ini, masih dapat terlihat dengan jelas.

Tak cuma itu, warna yang hasilkannya pun terlihat lebih solid dan merata jika disandingkan dengan jenis tinta sablon manual lainnya.

Tinta sablon manual jenis pigmen ini, sangat cocok untuk sobat aplikasikan pada kaos dengan desain yang lebar atau besar.

Itulah, sajian informasi tentang macam jenis tinta sablon yang bisa sobat temui di pasaran di Indonesia yang dapat kita sampaikan.

Semoga sajian informasi seputar sablon ini dapat berguna dan bermanfaat. Sekian dan terimakasih buat sobat semuanya, yang sudah menyimak dan setia menunggu update artikel terbaru disitus larantukagpysum.com ini.