Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menghitung Luas dan Kemiringan Atap Rumah, Mudah di Pahami Pemula !

Bagaimana cara menghitung luas dan kemiringan atap rumah misalnya dengan ukuran standar yakni 30 derajat ? Barangkali pertanyaan seperti ini bagian sebagian orang tidaklah begitu penting.
cara menghitung luas atap
Akan tetapi untuk mengetahui hal seperti ini tetap sangatlah penting, terkhusus buat para sahabat larantukagypsum yang baru terjun didalam DUKONAN (Dunia konstruksi Bangunan).

Terlebih lagi ketika dalam membangun rumah ataupun menangani sebuah bangunan gedung bertingkat yang menjulang tinggi, maka diperlukan perhitungan yang tepat serta cermat. Supaya bisa memperoleh hasil akhir yang sesuai dengan yang dikonsepkan sebelumnya.

Selain itu bangunan yang dibuat pun sangat diharapkan untuk bisa berdiri dengan kokoh, kuat, serta bisa bertahan lama. Dan tidak terlepas dari Keperluan material apa pun akan dapat diperkirakan apabila kita bisa menghitung semuanya.

Maka oleh kerena mari kita pelajari cara menghitung kemiringan atap30 derajat, agar luas atap  rumah bisa diketahui, sehingga Anda bisa memperkirakan anggaran biaya pasang atapnya.

Jenis Atap Rumah

Jenis atap rumah multiroof, jenis atap rumah dan harganya, jenis atap rumah pvc, bahan atap rumah yang murah, jenis atap seng, atap rumah minimalis, jenis atap rumah yang tidak panas, jenis atap rumah yang dingin, dan bla bla bla, itu semua sebenarnya harus juga dipelajari, sebelum memulai menghitung luas atap kemiringan 3 derajat.

Agar tidak bingung, mending kita ketahui dulu macam jenis desain atap yang biasa di aplikasikan untuk bangunan rumah, diantara adalah sebagai berikut :

1. Jenis Atap Pelana
Jenis Atap rumah Pelana
Macam atap yang pertama terdapat desain atap pelana namanya. Jenis atap seperti ini lumayan banyak digunakan pada rumah - rumah huni.

Mungkin karena Atap ini memiliki bentuk yang sungguh sederhana misalnya bentuk segitiga dengan kemiringan standar 30 derajat.

2. Atap Limas
Jenis desain atap yang kedua namanya yaitu Atap Limas. Bisa dibilang atap limas terkesan lebih menarik ketimbang atap pelana.

Walaupun jika dilihat dari depan desain atap limas ini sama seperti atap pelana yang memiliki bentuk segitiga, akan tetapi apabila dilihat dari samping bangunan malah bentuknya terlihat menjadi seperti bentuk trapesium.

Sehingga atap jenis ini kesannya lebih tampak proporsional ketimbang dengan jenis atap yang pelana, mungkin karena biaya serta tingkat kesulitannya dalam pembuatannya juga cukup tinggi.

3. Jenis Atap Miring
Jenis Rumah Atap Miring
Sesuai dengan namanya atap miring yakni atap yang ketiga dengan ciri khasnya yakni berada pada tampilannya yang miring hanya di satu sisi bagian saja.

Walaupun begitu melihat dari sudut kemiringannya bisa dibilang atap ini tergolong landai dengan desain unik yang dapat mengalirkan air ke salah satu bagian sisi rumah.

4. Atap Kombinasi
Rumah Jenis Atap Kombinasi
Yang berikutnya lagi ada Atap kombinasi yaitu jenis atap yang memadu kasih (oppss sory) maksudnya mengkombinasikan desain antara jenis atap pelana dengan jenis atap limasan.

Cara Menghitung Luas Atap

Bagaiman cara menghitung luas dan kemiringan atap rumah dapat dengan segera dipelajari, setelah kita mengetahui macam jenis bentuk atap yang telah dijelaskan diatas. 

Sehingga langkah selanjutnya kita harus menghitung kemiringan atap rumah atau luas atap bangunan rumah dengan kemiringan standarnya yakni 30 derajat.

Adapun cara menghitung luas atap rumah ini terdapat 2 cara yang bisa dipakai dalam mengetahui hasilnya yaitu :

#Dengan Kemiringan Derajat

Kemiringan atap pada dasarnya diukur dengan satuan derajat, dalam hal ini kita ambil kemiringan yang standar yakni 30 derajat.

Kenapa standar ? karena para arsitek biasa mendesain atap bangunan rumah dengan cara seperti itu, dimana Standar tersebut sudah termasuk kedalam standar baku dalam dunia konstruksi bangunan.

#Dengan Kemiringan Tinggi

Adapun cara mengukur kemiringan atap dengan tinggi pada dasarnya sering dipakai oleh para tukang atap bangunan, karena lebih dapat dipahami serta lebih mudah dimengerti. Pasalnya perhitungannya dirasa lebih sederhana ketimbang pakai perhitungan yang lain

Jadi ketika sudah mengetahui berbagai macam jenis atap rumah, kini tiba saatnya kita mengetahui bagaimana cara hitung luas atap rumah dengan kemiringan tertentu, dalam hal ini kemiringan standarnya yakni 30 derajat.

#Dan rumus hitung luas yang kita pakai adalah seperti ini:
  • Luas Atap = (Panjang x Lebar) / Cosinus (z)
#Catatan :
  • Z merupakan sudut kemiringan atap rumah.
  • Cosinus atau kosinus merupakan istilah dalam matematika yang menyatakan perbandingan sisi segitiga yang terletak di sudut dengan sisi miring. 
  • Gunakan satuan meter persegi dalam menghitung luas atap (m2)
#Dan mari kita ambil contoh soalnya seperti ini :

Atap sebuah rumah memiliki ukuran 5 meter x 15 meter dengan overstek 1 meter. Atap tersebut juga memiliki sudut kemiringan 30 derajat. Maka untuk menghitung luasnya adalah seperti ini:
  • Luas atap rumah = (5 m + 2 m) x (15 m + 2 m) / (cosinus/cos 30) 
  • Dan hasilnya adalah : (7 m x 17 m) / cos 30 = 119 m / 0,83 
  • maka luas atap rumah adalah = 143,37 m2
Jadi jelas ya, hasilnya sudah bisa diketahui bahwa luas atap rumah pada perhitungaan diatas tersebut dengan kemiringan standar 30 derajat, totalnya adalah 143,37 m2 (meter persegi)

Mungkin hanya informasi cara menghitung luas serta kemiringan atap rumah yang bisa kita sampaikan buat para sahabat larantukagypsum.com semuanya, dimana pun berada.

Apakah ini dapat membantu ? Sekian dan terimakacih telah mengunjungi halaman ini, dan jangan lupa simak juga artikel - artikel menarik lainnya seputar atap rumah yang bisa anda kunjungi di website ini. Akhirulkata Wassalam...