Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini Bedanya Gording, Usuk, Serta Gording, Pada Struktur Atap Bangunan !

Bedanya Gording, Usuk, dan Reng ? Sama seperti struktur bangunan bidang lainnya, pada rangka atap pun terdapat komponen - komponen penyusun dan pendukung seperti ke tiga komponen tersebut yakni gording, usuk, reng, dan tambahannya ada rangka kuda - kuda serta komponen lainnya.
Khusus untuk rangka kuda - kuda yang memiliki berbagai tipe sudah kita bahas pada artikel sebelumnya dengan judulnya yakni Tipe Kuda - Kuda Atap Rumah.

Jadi untuk pembahasan kali ini kita akan mengulas perbedaan antara gording, usuk, dan reng, dimana komponen tersebut merupakan bagian dari struktur atap.

Yup, 3 komponen tersebut adalah merupakan bagian paling utama yang sangat dibutuhkan serta wajib ada dalam struktur atap untuk membentuk sebuah rangka yang kokoh.

Sehingga hasil akhir pemasangan atap bisa memuaskan dan rumah tentunya menjadi aman dan nyaman terhindar dari cuaca yang tak diingini.

Terkhusus di Negara Indonesia, struktur atap yang memiliki bentuk miring mau itu bahannya terbuat dari baja ringan ataupun kayu pastinya akan memiliki sejumlah kompenen penyusun yang lebih banyak.

Tak cuma 3 bagian utama struktur atap yang telah kita sebutkan di atas, yakni terdiri dari kuda-kuda atap, bubungan atap, mur plat (gording), usuk (kasau), ring balok, reng, talang (jurai dalam serta jurai dalam, lalu ada lisplank, dan juga yang terakhir yaitu penutup atapnya.

Akan tetapi yang hendak kita bahas disini hanya berfokus pada perbedaan antara reng, usuk, serta gording saja. Lalu, apa sih perbedaan darike tiga komponen untuk struktur atap tersebut ? Berikut dibawah ini ulasannya :

Apa itu Gording ?
Tahukah para sahabat larantukagypsum sesama tukang banguna, bahwa pada struktur atap itu gording adalah merupakan salah satu komponen yang sangat vital sebagai penguat kuda - kuda supaya bisa menopang serta menahan beban atap. Contohnya seperti apa itu gording, bisa dilihat pada gambar berikut ini :

Jadi beban yang bekerja tersebut nantinya harus dianalisis dengan benar, mulai beban mati, lalu beban hidup, serta beban angin. Kalo khusus untuk beban hidup kita juga sering mengalaminya setiap hari ya sahabat, hehehe.

Gording pun bisa dibuat dari macam - macam salah satunya adalah dari baja ringan. gording baja ringan ini bisa dihubungkan dengan yang namanya trekstang agar bisa memperkuat serta bisa mencegah dari terjadinya pergerakan pada struktur kuda - kuda atap.

Gording juga terdapat pendukung namanya trekstang dimana trekstang ini adalah sebuah batang besi polos yang disertai ulir pada 2 dua ujungnya serta terdapat baut dan fungsinya yakni sebagai pengatur jarak antar gording.

Maka oleh sebab itulah sebabnya trekstang dibikin dengan desain yang dapat digeser dalam arti bisa diperpendek dan bisa juga diperpanjang menyesuaikan dengan perencanaan konsep bangunan.

Gording terletak pada atas kuda-kuda yang posisi berdiri tegak lurus menyesuaikan dengan arah kuda-kuda. Dan gording pun memiliki peran sebagai tempat mengikat buat usuk, akan tetapi posisi gordingnya nanti harus disesuaikan lebih dulu dengan panjang usuk yang hendak dipasang.

Apa itu Usuk Atap ?
Yang berikutnya ada komponen yang namanya Usuk. Komponen yang satu ini biasa disebut juga dengan nama kasau yang artinya adalah sebuah balok kayu yang ditempatkan diatas gording dengan secara melintang.

Usuk itu sendiri mempunyai bentuk yang memanjang yang panjang penempatannya di mulai dari balok dinding sampai keluar bagian dinding.

Adapun kenapa harus ada usuk oleh karena tujuannya adalah untuk membentuk teritisan atau overstek, agar bisa sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

Fungsi dari usuk ini adalah sebagai penerima beban dari penutup atap serta reng yang nanti beban akan diteruskan ke gording.

Dalam pemasangan usuk bisa dengan menggunakan paku yang diberi jarak antar usuk satu dengan yang lainnya yakni sekitar 40 - 50 cm. Namun pada kondisi tertentu, ada sebagian usuk yang harus dibor terlebih dahulu sebelum dipaku untuk agar terhindar dari pecahnya pada ujung-ujung usuk.

Apa itu Reng ?
Ibarat pepatah sehabis gelap terbitlah terang, maka sehabis komponen usuk teraplikasikan pekerjaan berikutnya berikut adalah pengaplikasin komponen reng. Dengan kata lain setelah pekerjaan usuk selesai berlanjut ke pemasangan reng.

Jadi Reng ini peletakannya diatas usuk dengan secara melintang dengan arah yang tegak lurus dan fungsinya adalah sebagai tempat mengaitkan serta menahan penutup atap.

Adapun fungsi lainnya dari kompenen reng ini yakni sebagai pengatur jarak antar genteng atau penutup atap. Dengan kata lain adanya kehadiran reng ini bisa membuat penutup terlihat lebih rapi dilihatnya, dapat lebih terikat alias tidak bergeser dikemudian hari.

Lalu untuk ukuran jarak antar reng itu tergantung dari setiap ukuran genteng atau penutup atap yang akan digunakan. Semakin kecil dimensi genteng (penutup atap) yang dipakain, makan semakin banyak pula jumlah reng yang harus disiapkan, begitupun sebaliknya.

Jenis reng pun bermacam - macam, sala satunya ada reng yang terbuat dari han baja yang mempunyai kualitas yang tinggi serta ringan. Akan tetapi kekuatan baja pun tak kalah kualitasnya dengan jenis baja konvensional.

Reng yang terbuat dari bahan baja ringan sudah terlapisi dengan Alumunium Zinc sehingga mempunyai lebih banyak keunggulan misalnya tahan terhadap karat, tahan terhadap api, tahan terhadap rayap, memiliki bobot berat ringan, dalam pemasangan pun praktis dan cepat, selain itu kuat pula.

Intinya 3 komponen itu bisa diatur bahan materialnya sesuai keinginan dan juga disesuaikan dengan bahan material pembuatan kuda - kuda yang di gunakan agar bisa lebih serasi dan seimbang.

Itulah ulasan tentang Bedanya Reng, Usuk, Serta Gording Pada Struktur Atap Bangunan yang bisa kita sampaikan. Semogan ulasan ini bisa dimengerti serta semoga artikel bisa bermanfaat. Amieeenn !