10 Cara (Tips) Menjadi Tukang Cat Bangunan Rumah Profesional

Menjadi Tukang Cat Profesional - Mungkin beberapa di antara kita ada yang menganggap sepele pekerjaan seorang tukang cat. Namun, jika kita mengamati dengan lebih mendalam, sebenarnya keterampilan ini perlu kita kuasai, meskipun mungkin tidak begitu berperan dalam rutinitas sehari-hari kita.

tips menjadi tukang cat profesional

Terkadang, bagi mereka yang biasa berurusan dengan komputer di kantor dan tidak terbiasa menggunakan alat pertukangan, akan menghadapi kesulitan saat ingin mempercantik rumah sendiri. Mereka harus bersusah payah mencari seseorang yang ahli dalam hal pengecatan.

Pada artikel ini, larantukagypsum.com akan menjelaskan bagaimana seorang pemula bisa menghasilkan pekerjaan pengecatan layaknya seorang tukang cat profesional berpengalaman.

Tip Menjadi Tukang Cat Profesional

Berikut ini adalah beberapa tips sederhana bagi para pemula agar bisa terlihat seperti tukang cat yang mahir.

1. Memperhatikan Cuaca

perhatikan cuaca

Kelembaban udara memiliki peranan yang sangat penting dan perlu diperhatikan, terutama jika yang Sobat cat berada di luar ruangan, seperti bagian cat eksterior dinding rumah.

So, sebaiknya hindari melakukan pengecatan pada hari-hari yang hujan, ini adalah hal yang paling sederhana namun krusial.

2. Melakukan penyisiran menyeluruh

Setiap retakan, area yang berdebu, berminyak, atau mengelupas harus Sobat identifikasi dengan baik. Setiap area tersebut memerlukan perlakuan yang berbeda.

Jadi, sebaiknya Sobat membersihkan area yang kotor atau berminyak terlebih dahulu. Sobat bisa membersihkannya dengan cara dilap, dicuci, atau bahkan diamplas.

3. Pilih kuas yang tepat


Pilihlah kuas yang memiliki kualitas tinggi, ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Sesuaikan ukuran kuas dengan objek yang akan Sobat cat.

4. Kenali tekstur objek

Antara permukaan tembok, kayu, besi, triplek, dan gypsum memiliki perbedaan dalam tekstur, sehingga memerlukan perlakuan yang berbeda saat Sobat melakukan pengecatan.

5. Melindungi area yang tidak ingin anda cat

Melindungi area yang tidak ingin di cat

Sebelum Sobat merasa menyesal karena lantai atau furnitur cantik Sobat terkena cipratan cat, disarankan untuk melindungi lantai dengan menggunakan kain atau koran, serta memindahkan perabotan Sobat.

Untuk bagian yang lebih kecil seperti kusen dan gagang pintu, Sobat dapat menutupi objeknya dengan mempergunakan isolasi (lakban).

6. Area pas takaran pas

Jika Sobat ingin mencampur beberapa warna menjadi satu, pastikan Sobat memiliki cukup banyak cat untuk menyelesaikannya dalam satu kali proses.

Sebagai contoh, pertimbangkan untuk menggunakan satu kaleng cat untuk setiap dinding yang akan dicat. Hindari situasi di mana cat dalam kaleng campuran habis sebelum pekerjaan selesai, mengakibatkan dinding hanya sebagian tertutup cat.

Jika ini terjadi, Sobat akan dihadapkan pada kesulitan mencampur ulang warna, dan seringkali hasil akhirnya tidak akan sepresisi yang pertama kali Sobat aplikasikan, terutama jika Sobat masih dalam tahap belajar.

7. Pengecatan bertahap

Lakukanlah proses pengecatan setidaknya dalam dua tahap, yaitu tahap primer dan tahap sekunder. Pastikan cat pada tahap pertama telah kering sepenuhnya sebelum Sobat melanjutkan untuk menerapkan lapisan kedua.

8. Cat dari atas ke bawah

Cat dari atas ke bawah

Pengecat pemula seringkali memulai pekerjaan mengecat dari bawah, kesalahan fatal ini harus anda ketahui. Prinsip cairan selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah.

Tentunya anda tidak ingin bagian bawah objek anda yang sudah rapi dan kering menjadi basah lagi terkena tetesan / cipratan cat ketika anda mengecat pada bidang bagian atas yang masih kosong atau belum tercat. Maka, mulailah mengecat dari bagian atas walaupun itu tinggi dan sulit dijangkau.

9. Nikmati setiap proses polesan

Apabila Sobat menggunakan roller, pastikan Sobat menggunakan gagang yang memiliki ukuran yang pas untuk dapat mencapai area yang sulit dijangkau.

Hal ini akan menghindarkan Sobat dari usaha tambahan seperti naik-turun tangga atau kursi yang dapat membuat Sobat cepat lelah.

10. Sabar dan tekun

Nah, inilah yang sebaiknya Sobat tekuni. Jangan tergesa-gesa dan ingin segera menyelesaikan pekerjaan pengecatan Sobat dengan cepat, karena hasilnya mungkin tidak akan terlihat rapi.

Seringkali, ada bagian yang memiliki ketebalan cat yang berbeda, entah terlalu tebal atau terlalu tipis. Orang yang melihatnya pasti akan menyadari jika lapisan cat tersebut dikerjakan oleh seseorang yang masih amatir.

Itulah cara atau tips buat sobat pemula yang ingin menjadi tukang cat bangunan rumah yang profesional yang dapat larantukgypsum.com sampaikan.

Apakah ini bisa membantu? Sekian dan terimakasih sudah menyimak, semoga ini bisa bermmanfaat.