Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis Tanaman Hidroponik Cepat Panen Dan Cara Perawatannya

Jenis tanaman yang cocok untuk hidroponik bisa berupa sayuran dan bumbu dapur. Perawatannya mudah dan memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran.

Jenis Tanaman Hidroponik

Hidroponik merupakan istilah yang di gunakan untuk budidaya tanaman dengan memanfaatkan air sebagai media tanamnya. Sistem teknologi bercocok tanam seperti ini sering di gunakan pada lahan sempit.

Media tanamnya tidak bertumpu pada tanah, melainkan air sebagai pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman. Ada beberapa jenis tanaman yang cenderung cepat panen ketika di budidayakan dengan metode hidroponik.

Tanaman Hidroponik Kangkung

Kangkung umumnya siap panen setelah 35-45 hari tergantung dari varietas yang di tanam. Panen dapat di lakukan beberapa kali. Jika kangkung di tanam melalui metode hidroponik, waktu panen tercepat adalah pada usia 21-30 hari.

Bahan yang di perlukan saat menanam kangkung hidroponik adalah benih kangkung, zat pengatur tumbuh, dan pupuk hidroponik. Cara penanaman kangkung di mulai dari tahap penyemaian.

Sediakan baskom berisi air kemudian taruh benih di dalamnya. Diamkan benih hingga 24 jam dan buang benih yang mengapung.

Setelah mendapatkan benih yang bagus, bungkus bibit dengan kain lalu siram dengan air hangat secukupnya. Jika benih sudah mulai berkecambah, sobat bisa melanjutkan ke tahap pemupukan.

Setelah tanaman berusia dua minggu, sobat bisa memberikan larutan pupuk dari 5 ml menjadi 9 ml per satu liter air. Jangan lupa untuk mengganti larutan pupuk bila sudah menimbulkan bau tidak sedap.

Tanaman Hidroponik Bayam

Bayam adalah sayuran yang mengandung vitamin K, B6, B9, kalium, dan magnesium. Tanaman bayam  ini banyak sekali di budidayakan, oleh karena perawatannya yang mudah.

Bayam bisa di panen setelah memasuki usia 25-30 hari. Waktu panen dapat di lakukan setiap lima hari sekali setelahnya. Cara menanam bayam dengan hidroponik kurang lebih sama seperti kangkung.

Bayam membutuhkan sinar matahari yang cukup agar tumbuh dengan baik. Setiap harinya bayam membutuhkan intensitas sinar matahari sebanyak 70-90%.

Penyiraman bayam harus di lakukan dua kali sehari, yaitu di pagi dan sore hari. Bila muncul gulma, sobat perlu mencabutnya sehingga pertumbuhan bayam tidak terganggu. Setelah dua minggu masa tanamnya, sobat perlu memberikan sedikit pupuk urea.

Pemberian pupuk dilakukan dengan cara melarutkan 1 sdt pupuk ke dalam 1 liter air. Penyiraman pupuk dapat memakai sprayer.Cabai

Harga cabai pada waktu tertentu dapat mencapai Rp50.000 per kilonya. Cabai di butuhkan sebagai bumbu dapur bercitarasa pedas. Masa panen pertama biasanya ketika tanaman memasuki usia 9 minggu.

Panen selanjutnya di lakukan setiap 5 hari sekali. Penyemaian cabai membutuhkan campuran cocopeat, sekam bakar, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Sementara media tanamnya memakai botol air mineral yang di potong horizontal.

Sobat perlu memasukan campuran cocopeat dan sekam arang ke bagian bibir botol. Tambahkan pula air sebanyak ⅓ dari ukuran bawah botol. Tempatkan bibit cabai ini pada lokasi yang mudah terkena sinar matahari.

Perawatan cabai memerlukan derajat keasaman hingga 6-7 pH. Sobat bisa menggunakan pestisida organik berkala untuk menanggulangi hama.

Tanaman Tomat

Kebutuhan intensitas cahaya untuk tomat cukup tinggi. Sayuran yang kaya kolagen ini dapat di panen ketika memasuki usia 9 minggu. Panen selanjutnya dapat di lakukan setiap lima hari.

Proses penyemaian tomat di mulai dengan menyiapkan potongan rockwool berukuran 2.5 x 2.5 x 2.5 cm. Lubangi masing-masing rockwool dan letakan pada nampan.

Masukan bibit pada lubang yang di buat kemudian siram memakai air hingga basah. Tutup nampan memakai plastik hitam dan tempatkan selama 2 hari di tempat gelap.

Apabila sudah mulai tumbuh kecambah, pindahkan bibit ke nampan semai yang memiliki intensitas cahaya tinggi. Dalam perawatannya, sobat sebaiknya memastikan air berkisar 1.300 ppm. Apabila sudah timbul bunga, sobat harus menaikkan air nutrisi hingga 2.000 ppm.Timun

Tanaman cepat panen dengan metode hidroponik selanjutnya adalah timun. Timun dapat di panen setelah 30 hari setelah masa tanam. Setelahnya, timun dapat di panen seminggu sekali.

Perawatan timun di mulai dari masa penyulaman. Proses ini adalah menggantikan bibit lama yang gagal tumbuh dengan bibit baru. Setelah itu, lanjutkan ke tahap membersihkan gulma yang mengganggu pertumbuhan timun.

Sedangkan, proses penyiraman timun sebaiknya menggunakan metode tetes. Jangan lupa lakukan pemupukan dengan melarutkan pupuk dalam air ke media tanam. Bila timbul hama di kemudian hari, sobat dapat melakukan penyemprotan fungisida, insektisida, atau herbisida.

Tanaman hidroponik cocok untuk sobat yang memiliki lahan terbatas. Perawatannya mudah dan tidak mengutamakan media tanah untuk bercocok tanam.