Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Desain Rumah Eropa Model Gaya Modern dan Minimalis

Yuk, temukan desain rumah eropa berbagai gaya mulai dari model gaya klasik, sederhana, minimalis, modern, hingga kuno. Lengkap dengan ciri khas, yang menampakan kesan mewah dan megah hanya di halaman ini.


Gaya rumah eropa di sini bukanlah gaya yang biasa sobat lakukan dalam kehidupan sehari - hari seperti, gaya ajul gedang, gaya memamerken sesuatu barang mewah dan mahal di teman dan kerabat, atau gaya dengan melakukan pergerakan yang tidak semestinya (banyak tingkah) di hadapan orang banyak, serta lain sebagainya. Hehehe..!!

Gaya rumah eropa yang kita maksud, tentunya mengarah pada sebuah konsep desain sebuah bangunan dan dalam hal ini, ialah:
  • bangunan rumah bergaya eropa,
  • rumah eropa klasik modern,
  • rumah gaya eropa modern,
  • rumah gaya eropa klasik,
  • rumah gaya eropa kuno,
  • rumah gaya eropa di indonesia,
  • desain rumah eropa minimalis,
  • rumah gaya eropa 2 lantai,
  • hingga desain rumah eropa klasik sederhana.
Jadi, sebelum sobat membeli atau membangun rumah impian setidaknya harus di pikirkan terlebih dulu tentang desain rumah yang di inginkan atau rumah model gaya apa yang dibuat.

Terdapat banyak desain rumah yang unik dan bagus, salah satunya ialah desain rumah gaya eropa klasik sederhana minimalis modern hingga gaya eropa kuno. Atau, bisa juga memilih rumah bergaya desain amerika yang sudah pernah dibahas pada artikel sebelumnya.

Ciri Khas Rumah Gaya Eropa Secara Keseluruhan

Setiap rumah diberbagai negara pastinya mempunyai ciri khasnya tersendiri termasuk rumah bergaya eropa yang mempunyai ciri-ciri, salah satunya yaitu memiliki bentuk bangunan yang menawan dan penuh pesona.

Dan ciri khas rumah eropa secara detailnya, adalah sebagai berikut:
  • Mempunyai desain lantai lebih dari 1 (satu)
  • Diatapnya ada cerobong asap
  • Mempunyai bangunan atap yang tinggi menjulang dan miring
  • Memiliki pilar atau menara
  • Ukuran bentuk jendelanya besar
  • Mempunya banyak macam ornamen atau hiasan
Adapun keterangan lengkap dalam setiap poin pada ciri-ciri rumah bergaya eropa tersebut, seperti berikut:

1. Lantainya Lebih Dari 1 (Satu)

Rumah bergaya eropa dikenal sebagai rumah megah dan mewah dan mempunyai lebih dari 1 lantai ini merupakan ciri khas rumah gaya eropa yang pertama.

Selain desainnya mempunyai lebih dari 1 lantai juga mempuayai gaya langit-langit rumah yang menjulang tinggi. Sehingga, hal semacam inilah yang membuat rumah eropa dikenal sebagai gaya rumah yang megah dan mewah.

Kendati begitu, sebetulnya ada juga sih rumah eropa dengan model bergaya 1 lantai yang kesannya sama dengan 2 lantai, yakni sama-sama sudah dikenal sebagai desain rumah mewah juga megah.

3. Diatapnya Ada Cerobong Asap.

Seperti yang kita tahu wilayah eropa mempunyai 4 (empat) musim cuaca dan salah satunya, yakni terdapat musim cuaca dingin. Suhu dingin di eropa, tentu tidak sama dengan suhu dingin di Indonesia.

Nah, olah karena itulah rumah-rumah eropa didesain pada bagaian atapnya dengan cerobong asap untuk jalur pembuangan asap sebagai sisa pembakaran kayu-kayu yang dibakar didalam ruangan rumah sehabis menghangatkan badan.

4. Atapnya Tinggi dan Miring

Ciri khas rumah gaya eropa yang ketiga, ialah mempunyai ukuran bangunan atap yang tinggi dan miring yang membuat rumah menjadi kelihatan berimbang.

Model gaya atap yang umumunya digunakan pada rumah-rumah eropa, biasanya mengusung jenis atap manshard yang mepunyai jendela atau atap limas yang bentuknya curam.

5. Memiliki Pilar (Menara)

Ciri-ciri berikutnya, ialah mempunyai pilar yang menjurai tinggi dimana istilah lain dari kata pilar ini disebut juga sebagai menara.

Menara atau pilra tersebut berdiri kokoh dan tangguh dari atas permukaan tanah sampai dengan lantai rumah paling atas (bilamana rumahnya memiliki desain lebih dari 1 lantai).

Bentuk menara atau pilar yang umumnya diaplikasikan, yakni berbentuk hexagon aatu silinder dengan ciri khas warna pilar berwarna netral dan warna putih.

5. Ukuran Jendelanya Besar

Jendela rumah eropa, ukuran bentuknya besar-besar dan tinggi serta berjumlah banyak yang membuat tampilan rumah bergaya eropa menjadi terlihat mewah dan megah.

Fungsi jumlah jendela yang banyak dan berukuran tingga serta besar mempunyai fungsi, yakni guna memperlancar sirkulasi cahaya dan udara dari luar masuk kedalam ruangan rumah eropa.

Selain bentuknya yang besar dan tinggi, juga terdapat penghalang dalam setiap jendelanya berupa teralis besi. Pagar jendela sebagai penghalang ini di ramu dan di desain khusus untuk memunculkan kesan rumah bergaya eropa hingga sampai berasa kental sekental - kentalnya.

Tapi, hampir kebanyakan rumah di eropa mengaplikasikan jenis jendela double-hung dimana sususunannya terdiri dari 2 (dua) susun. Desain jendela double-hung ini juga biasa di padukan dengan desain berbentuk huruf U terbalik (jika dilihat dari luar).

6. Mumpunyai Banyak Macam Ornamen

Semuanya pasti sudah tahu bahwa ornamen bisa membuat tampilan rumah menjadi terlihat megah dan mewah. Makanya itu, pada rumah gaya eropa terdapat banyak macam ornamen yang menjadi ciri khas tersendiri.

Ornamen pada rumah-rumah gaya eropa, salah satu dari sekian banyak ornamen-ornamen terdapat ornamen berupa ukiran yang mana bentuk atau motif ukirannya berupa ciri khas rumah negara eropa itu sendiri, yakni megah dan mewah.

Desain Rumah Eropa Berbagai Gaya

rumah bergaya eropa

Terdapat banyak desain rumah gaya eropa yang bisa ditemukan selain di mbah google, juga bisa di ketemukan di situs larantuka gypsum di halaman ini.

Berbagai macam gaya rumah eropa ini bisa sobat jadikan sebagai inspirasi dirumah apabila dimasa depan memiliki rencana bikin rumah impian dengan desain yang mewah dan megah.

Jika pilihan sobat menginginkan desain rumah huni megah dan mewah, maka bisa mencontoh desain rumah bergaya eropa dimana rumah gaya ini sudah terkenal akan kesan kemewahan dan kemegehannya di seluruh dunia.

Berikut inilah, beberapa desain rumah Eropa yang bisa sobat contoh gaya model desainnya untuk di terapkan di Indonesia dalam rencana membangun rumah impiang kepunyaan sobat di masa depan.

1. Gaya Eropa English Cottage

Rumah Eropa Gaya English Cottage

Rumah eropa model klasik kuno dengan gaya English Cottage ini sebetulnya merupakan salah satu model desain rumah eropa bergaya tradisional Inggris yang telah hadir sejak tahun 1896 s/d 1920.

Perihal tersebut tercatat di buku penelitian English Cottage Style Homes In Amerika yang di tulis oleh seseorang bernama Audra Bellmore.

Seperti yang terlihat di foto sepintas nampaknya terlihat seperti rumah 1 lantai. Padahal, rumah tersebut sebetulnya terdiri dari 2 lantai dengan bentuk persegi panjang yang berbaris secara berderet pada setiap bidang rumahnya.

2. Gaya Erops Tudor House






Desain rumah eropa gaya tudor seperti yang terlihat pada gambar atau foto-foto diatas memiliki ciri-ciri, diantaranya ialah:
  • Gaya arsitektur yang berasal dari Inggris pada abad ke-16.
  • Ciri khasnya adalah penggunaan balok-balok kayu yang menonjol pada fasad bangunan.
  • Atap dengan kemiringan curam dan bahan atap sering kali menggunakan genting keramik.
  • Jendela dengan bingkai kayu dan lubang angin yang berbentuk lancip.

3. Gaya  Rumah Eropa Victorian





Rumah-rumah diatas merupakan foto rumah eropa bergaya victorian dengan keterangan gambar atau ciri khas, yaitu:
  • Gaya arsitektur yang populer pada era Ratu Victoria di Inggris pada abad ke-19.
  • Fasad bangunan memiliki ornamen dan detail yang kaya seperti pernis, kolom, dan balustrade.
  • Atap bangunan dengan bentuk pelana atau mansard yang sering kali menggunakan bahan slate.
  • Jendela berukuran besar dengan jendela lengkung atau ornamen kaca patri.

4. Rumah Eropa Gaya Barok (Baroque)




Rumah Eropa dengan gaya Barok menggambarkan kemewahan, keindahan, dan keberlimpahan. Berikut adalah beberapa ciri khas rumah Eropa dengan gaya Barok:
  • Proporsi yang Simetris: Rumah gaya Barok biasanya memiliki rasio proporsi yang sangat simetris, baik secara vertikal maupun horizontal. Fasad bangunan dibagi secara simetris dengan penggunaan pilaster, kolom, dan ornamentasi yang terkonsentrasi di tengah bangunan.
  • Fasad yang Mengesankan: Fasad rumah gaya Barok menampilkan tampilan yang megah dan kuat. Bahan-bahan yang umum digunakan meliputi batu alam, stucco, dan bata. Bangunan sering kali dihiasi dengan ornamen yang rumit, seperti patung, relief, dan hiasan ukiran yang detail. 
  • Pintu dan Jendela yang Berhias: Pintu masuk rumah gaya Barok seringkali berukuran besar dengan ornamen yang rumit, termasuk pilar, pilaster, dan patung. Jendela-jendela cenderung berbentuk lengkung dengan detail yang rumit pada bingkai dan bingkai atas yang dihiasi dengan ukiran.
  • Atap yang Megah: Atap rumah gaya Barok sering kali berbentuk pelana atau mansard dengan kemiringan curam. Atap dibiarkan terbuka tanpa perapian atau kemiringan yang tajam. Bahan atap yang umum digunakan meliputi genting keramik atau batu.
  • Ornamentasi yang Berlimpah: Gaya Barok dikenal dengan ornamen yang berlimpah. Rumah gaya Barok dihiasi dengan ukiran yang rumit pada fasad, pilaster, kolom, dan patung-patung dekoratif. Ornamen sering kali menggambarkan motif bunga, daun, putti (bayi yang terbang), dan elemen-elemen alam lainnya.
  • Interior yang Mewah: Rumah gaya Barok juga menampilkan interior yang mewah dengan langit-langit berukuran tinggi, dinding yang dihiasi dengan fresko atau panel-panel kayu, dan lantai yang dilapisi dengan ubin atau marmer yang indah. Mobiliernya cenderung bergaya klasik dengan penggunaan bahan-bahan mewah seperti kayu mahoni, perak, atau emas.
Gaya Barok menciptakan rumah yang megah dan penuh keberlimpahan. Namun, perlu diingat bahwa membangun rumah dengan gaya Barok dapat menjadi proyek yang mahal dan memerlukan keterampilan dan pengetahuan arsitektur yang khusus.

Pastikan untuk bekerja dengan arsitek atau desainer yang berpengalaman dalam merancang rumah dengan gaya Barok untuk menghasilkan hasil yang memuaskan.

5. Desain Rumah Eropa Bergaya Neoklasik

rumah eropa neoklasik

Desain rumah Eropa bergaya Neoklasik terinspirasi dari seni Romawi dan Yunani klasik. Gaya ini muncul pada abad ke-18 dan menjadi populer hingga awal abad ke-19. Berikut adalah beberapa ciri khas desain rumah Eropa bergaya Neoklasik:
  • Proporsi Simetris: Rumah bergaya Neoklasik menonjolkan proporsi yang simetris dan harmonis. Fasad bangunan memiliki rasio yang matematis dengan perbandingan yang diatur secara proporsional.
  • Kolom dan Ornamen Klasik: Gaya Neoklasik menggunakan elemen arsitektur klasik seperti kolom-kolom dengan ornamen kapitel yang terkenal seperti Doric, Ionic, dan Corinthian. Kolom-kolom biasanya ditempatkan di depan bangunan atau digunakan sebagai elemen dekoratif pada fasad.
  • Fasad dengan Detail Sederhana: Fasad rumah Neoklasik biasanya memiliki desain yang sederhana dan bersih. Dinding sering kali dihiasi dengan pilaster atau panel-panel yang memberikan kesan geometris dan teratur.
  • Bingkai Jendela dan Pintu yang Elegan: Jendela dan pintu pada rumah Neoklasik memiliki bingkai yang elegan dan sederhana. Bingkai jendela biasanya berukuran besar dengan garis-garis yang lurus dan rapi. Pintu masuk seringkali dihiasi dengan ornamen klasik dan kerajinan kayu yang halus.
  • Atap Pelana atau Mansard: Rumah Neoklasik umumnya menggunakan atap dengan bentuk pelana atau mansard. Atap dengan kemiringan yang lembut dan tampilan yang sederhana memberikan kesan yang klasik dan elegan.
  • Warna Netral: Pemilihan warna pada rumah Neoklasik cenderung mengutamakan nuansa netral, seperti putih, abu-abu, atau beige. Warna-warna ini memberikan kesan yang klasik, bersih, dan timeless.
  • Simetri Interior: Interior rumah Neoklasik juga menonjolkan simetri dan proporsi yang serupa dengan eksteriornya. Ruang-ruang dalam rumah cenderung memiliki layout yang simetris, dan ornamen klasik juga dapat ditemukan pada detail interior seperti perabotan, lampu gantung, dan dekorasi dinding.
Gaya Neoklasik memberikan kesan kemewahan, elegan, dan klasik pada rumah. Namun, perlu diingat bahwa desain dan konstruksi rumah dengan gaya Neoklasik membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang elemen arsitektur klasik dan proporsi yang benar.

Disarankan untuk bekerja dengan arsitek atau desainer profesional yang berpengalaman dalam gaya ini untuk menghasilkan rumah dengan hasil yang memuaskan.

6. Gaya Art Nouveau Eropa House

rumah eropa bergaya art nouveau

Gaya Art Nouveau adalah gerakan seni dan desain yang muncul pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 di Eropa. Gaya ini menekankan pada keindahan organik dan alamiah. Berikut adalah beberapa ciri khas desain rumah Eropa bergaya Art Nouveau:
  • Bentuk Alami: Rumah bergaya Art Nouveau menonjolkan bentuk-bentuk alami yang mengalir dan mengikuti kurva organik. Fasad bangunan, dinding, dan elemen dekoratif sering kali memiliki bentuk-bentuk yang melengkung, menggambarkan aliran air, daun, atau bunga.
  • Ornamentasi Organik: Rumah Art Nouveau ditandai dengan ornamentasi organik yang meliputi motif bunga, daun, ranting, dan hewan. Ornamen tersebut sering kali digambarkan dengan detail yang rumit dan mengalir di sepanjang fasad bangunan.
  • Jendela dan Pintu Kaca Patri: Penggunaan kaca patri menjadi ciri khas dalam desain rumah Art Nouveau. Jendela besar dengan panel kaca patri yang berwarna-warni digunakan untuk memberikan cahaya alami dan efek artistik yang dramatis.
  • Curves dan Linieritas: Rumah Art Nouveau menggabungkan elemen-elemen kurva organik dengan garis-garis linier yang lebih tegas. Perpaduan ini menciptakan harmoni visual yang menarik dan kontras yang dinamis.
  • Bahan Alami: Material alami seperti kayu, batu alam, keramik, dan logam digunakan dalam desain rumah Art Nouveau. Sering kali, material tersebut diproses dan diberi tekstur yang menggambarkan alamiahnya.
  • Mural dan Fresko: Rumah Art Nouveau dapat memiliki dinding interior yang dihiasi dengan mural atau fresko yang melengkapi estetika organik dan alami dari gaya ini. Gambar-gambar alam, bunga, atau hewan sering digunakan sebagai tema.
  • Desain Interior Eklektik: Interior rumah Art Nouveau sering kali memiliki desain yang eklektik, dengan perpaduan antara furnitur modern dan ornamen klasik. Desain interior tersebut mencerminkan semangat inovasi dan eksperimen dalam gerakan Art Nouveau.
Gaya Art Nouveau menawarkan kesan artistik, elegan, dan alami dalam desain rumah. Penting untuk bekerja dengan arsitek atau desainer yang berpengalaman dalam gaya ini untuk menghasilkan rumah dengan detail yang rumit dan estetika yang khas.

7. Rumah Gaya Eropa Dengan Desain Kolonial

rumah gaya eropa kolonial

Gaya rumah Eropa dengan desain kolonial menggabungkan elemen-elemen tradisional Eropa dengan pengaruh lokal di koloni-koloni Eropa di berbagai belahan dunia. Gaya ini biasanya memiliki nuansa klasik, elegan, dan tropis. Berikut adalah beberapa ciri khas desain rumah Eropa bergaya kolonial:
  • Veranda dan Balkon: Rumah bergaya kolonial seringkali memiliki veranda yang luas di bagian depan atau samping bangunan. Veranda ini biasanya dilengkapi dengan balkon di lantai atas, yang memberikan ruang terbuka untuk bersantai dan menikmati pemandangan.
  • Kolom dan Pilaster: Kolom dan pilaster yang menghiasi fasad bangunan merupakan ciri khas desain kolonial. Kolom-kolom ini dapat ditemukan di veranda, pintu masuk, atau sisi bangunan, memberikan sentuhan klasik dan elegan pada rumah.
  • Pintu Masuk yang Mengesankan: Pintu masuk pada rumah kolonial seringkali memiliki ukuran yang besar dan detail yang rumit. Pintu dapat dihiasi dengan pilaster, kolom, kerajinan kayu yang halus, atau ukiran-ukiran dekoratif.
  • Jendela Berjendela Tinggi: Jendela pada rumah kolonial cenderung tinggi dan lebar untuk memberikan ventilasi yang baik di daerah beriklim tropis. Jendela-jendela ini sering memiliki pintu geser atau pintu engsel yang memungkinkan aliran udara yang maksimal.
  • Atap Pelana: Atap dengan bentuk pelana merupakan pilihan umum pada rumah kolonial. Atap tersebut seringkali memiliki kemiringan yang curam untuk mengalirkan air hujan dengan baik. Bahan atap yang digunakan bisa berupa genting keramik, slate, atau bahan alami lainnya.
  • Detail Kayu: Gaya kolonial menonjolkan penggunaan kayu pada elemen-elemen dekoratif. Detail kayu, seperti kisi-kisi, jendela-jendela bergaya jendela kasar, dan dinding kayu di bagian atas bangunan, memberikan sentuhan tradisional dan kehangatan.
  • Warna-warna Tropis: Warna-warna yang digunakan dalam rumah bergaya kolonial biasanya terinspirasi oleh nuansa tropis. Nuansa putih, krem, hijau daun, atau biru laut sering digunakan untuk memberikan kesan yang segar dan tropis.
Gaya rumah Eropa dengan desain kolonial menciptakan nuansa yang klasik, elegan, dan tropis. Gaya ini sangat cocok untuk lingkungan beriklim tropis atau di daerah yang memiliki pengaruh kolonial Eropa.

Setiap gaya arsitektur Eropa memiliki ciri khas dan estetika yang berbeda. Penting untuk berkonsultasi dengan arsitek atau desainer profesional yang ahli dalam gaya yang Sobat inginkan untuk merancang rumah gaya Eropa dengan finishing yang memuaskan.

Itulah informasi tentang desain rumah eropa berbagai gaya yang kita sertakan juga dengan ciri-ciri atau ciri khas dimana rumah eropa dikenal sebagai model rumah yang menampakan kesan desain mewah dan megah.

Apakah artikel membantu? Jangan lupa untuk menyimak artikel lainnya tentang desain exterior dan interior rumah hanya di situs larantuka gypsum yang dapat sobat lihat pada bidang artikel terkait dibawah.

Akhir kata, sekian dan terimakasih sudah berkunjung sekaligus menyimak isi dari artikel ini, semoga bermanfaat.