Varietas Ayam Lokal Pedaging Unggul Yang Di Luncurkan Kementan.

Tahukan kawan, Kementan (Kementerian Pertanian) telah meluncurkan varietas ayam lokal pedaging unggul dimana varietas ayam ini dapat menghasilkan ayam lokal pedaging yang mempunyai keunggulan terutama dalam hal bobot tubuhnya.

Varietas Ayam Lokal Pedaging Unggul

Ya, varietas ayam lokal pedaging yang unggul telah diluncurkan oloeh Kementan melalui Balai Penelitian Peternakan dan Pengembangan Pertanian pada waktu yang lalu.

Kabar baik ini telah diumumkan melalui situs pertanian.go.id di waktu yang telah berlalu atau lebih tepatnya pada bulan februari tahun 2021.

Meski kabar tersebut terlihat sudah basi dan usang dan kami juga sudah sangat terlambat untuk mengulasnya disini. Tetapi, siapa tahu diantara sobat larantukagypsum.com disini, belum ada yang mengetahuinya.

Maka dari itu, buat sobat yang belum mengetahui tentang varietas ayam lokal pedaging unggul yang telah di luncurkan oleh Kementan, boleh menyimaknya hingga selesai dihalaman ini.

Varietas Ayam Lokal Pedaging Unggul

Varietas ayam lokal pedaging unggul yang telah di luncurkan oleh Kementan, ialah Sentul Terseleksi (Sensi-1) Agrinak dimana ini merupakan varian lanjutan jenis ayam KUB.

Varian ayam tersebut, dapat menghasilkan ayam lokal pedaging yang mempunyai keunggulan tubuh yang berbobot ketimbang jenis ayam lokal pedaging lainnya.

Adapun bobot tubuh varietas ayam pedaging lokal unggul ini, yakni sekitar 800 s/d 1000 gram per usia 70 hari dan relatif lebih tahan terhadap penyakit.

Seorang Fadjry Djufry sebagai Plt Kepala Pusat Penelitian Peternakan Kementan mengatakan, bahwa teknologi ini diciptakan untuk merespon permintaan dan kebutuhan harga bibit DOC, sekaligus dapat meningkatkan efisiensi dalam budidayanya.

Ayam SenSi-1 merupakan peneliti yang pertama kalinya dimana daglur baru ini, adalah salah satu pure line (galur murni) ayam lokal pedaging unggul yang bisa dimanfaatkan final stok (ayam niaga) atau kalo istilah lainnya parent stock (ayam tetua).

Berdasarkan SK Mentan dengan nomor 39/Kpts/PK.020/1/2017 tanggal 20 januari tahun 2017 tentang galur ayam SenSi-1 Agrinak, bahwa Galur tersebut ditetapkan sebagai galur ayam lokal pedaging lokal asli Indonesia.

Kriteria Seleksi Ayam Lokal Pedaging Unggul

Adapun proses seleksi individu ayam jantannya dilakukan pada saat ayam berusia 10 minggu atau sekitar 70 hari dengan kriteria berat tubuh berkisar antara 0,8 s/d 1 kg pertiap ekornya dimana bobot tubuh ayam seberat ini merupakan rata-rata permintaan pasar.

Selain bobot tubuh seberat tersebut juga memiliki ciri ciri (kriteria) warna abu pada bulunya atau warna putih bercak hitam (warna pucak) dimana warna ini adalah warna dominan serta berjengger.

Perihal kriteria tersebut sudah dilakukan di Baltinak selama hampir 5 tahun lamanya dengan maksud dan tujuan, yakni guna perbaikan bobot hidup dan memperoleh keseragaman tampilan.

Lalu, kriteria seleksi yang dilakukan pada ayam betinanya hanya pada bagian warna bulunya saja dimana tujuannya supaya sifat-sifat ketahanan tubuh ayam SenS-1 Agrinak tak banyak berubah termasuk juga dalam perihal ketahanan pada tubuh rumpunnya.

Selain itu, terdapat pula kriteria seleksi yang diberlakukan dalam segi lingkungan optimun terutama dalam hal kualitas pakan yang diberikan, yakni sekitar 17% protein kasar dan 2800 kkal ME/kg dari semasa pertumbuhan hingga usia 20 minggu atau sekitar 140 hari lamanya.

Pertimbangan krtiteria seleksi diambil guna mengantisipasi kondisi pemeliharaan disetiap peternak. Pemberian pakan dengan kualitas yang lebih baik di harapkan bisa meningkatkan nilai ekonomis ke yang lebih baik serta bisa meningkatkan pula pertumbuhannya.

Bibit Ayam Lokal Pedaging Unggul

Pada tahun 2016, sebetulnya sudah di lakukan kerjasama perihal Pra Lisensi untuk produksi bibit (DOK) ayam SenS1-1 penyebaran bibit dengan 6 perusahaan, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • PT ISFIN, Sleman Yogyakarta.
  • DNR Farm, Ciampea Bogor.
  • Tulang Bawang, Barat Lampung.
  • Badan Usaha Milik Tiyuh (Desa) di kabupaten.
  • Dedi Farm Gunung Endut, Sukabumi Jawa Barat.
  • Warso Unggul Farm Tangkil, Bogor Jawa Barat.
  • PT Sumber Unggas Cogreg, Bogor Jawa Barat.
Hasilnya, hingga saat ini sudah di lakukan perbanyakan bibit ayam SenSi-1 atau ayam lokal pedaging unggul, yakni sekitar 100.000 DOC dimana pada saat ini akan difokuskan terlebih dahulu penyebarannya di wilayah Jakarta.

Populasi bibit semula, sebanyak 6000 DOC jantan dan betina ditambah dari para peternak non-Mou, sekitar 2000 DOC dan ini di perkirakan telah bertambah dengan keturunan - keturunannya, kurang lebih sekitar 80.000 ekor banyaknya.

Keuntungan Ayam SenSi-1

Perlu sobat ketahui, varietas ayam lokal pedaging unggul, yakni ayam SenSi-1 mempunyai banyak keuntungannya, beberapa diantaranya adalah:
  1. Bobot hidup rata-rata pada usia 70 hari atau 10 minggu untuk jantannya, yaitu 1066± 62,5 g/ekor. Sedangkan untuk betinanya, yakni 745± 114 g/ekor.
  2. Konsumsi pakan untuk usia ayam 0 s/d 10 minggu (70 hari), sebanyak 2,7 kg hingga sampai 3,2 kg per ekornya.
  3. Umur ayam pertama kali bertelur 174± 17,69 hari. Bobot umur pertama ayam bertelur 1909± 219 g per ekor.
  4. Produksi telor puncak oada usia 61,98± 8,66% henday.
  5. Puncak produksi telur diusia 34,5± 4,05 minggu.
  6. Bobot telur pertama bisa mencapai berat 32,83± 4,76 g dan ini akan bertambah terus hingga 44,82± 3,63 g per tiap butirnya pada ketika puncak produksinya.
  7. Rata-rata produksi telur selama 40 hari saat masa bertelur, kurang lebih sebesar 39,58 atau 5,30% henday production.
Mungkin hanya itu yang dapat kami sampaikan tentang varietas ayam lokal pedaging unggul, yakni ayam SenSi-1.

Apakah ini bisa membantu? Sekian dan terimakasih sudah menyimak dan berkunjung. Akhir kata, semoga bermanfaat.