Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Budidaya Ikan Di Rumah, Mulai dari Ikan Lele Sampai Ikan Guppy.

Bagaimana cara budidaya ikan, bisa sobat simak penjelasan ringkasnya dari mulai ikan lele sampai dengan ikan guppy di halaman ini.
Cara Budidaya Ikan
Ya, informasi cara budidaya ikan ini akan kita jelaskan dengan secara ringkas dan singkat saja, namun terkesan padat.

Untuk penjelasan secara lengkap cara budidaya ikan dalam setiap jenis ikannya, akan kita buatkan artikel tersendiri nanti di kemudian hari.

So, buat sobat yang ingin memulai budidaya ikan yang menguntungkan, di sarankan untuk menyimak dahulu artikel ini.

Maksud dan tujuan, agar sobat bisa mengetahui jenis ikan mana yang di pilih dan di rasa akan mudah di budidayakanya.

Karena tidak semua jenis ikan mudah di budidaya, melainkan ada juga ikan yang sulit di budidayakan bagi sebagian orang.

Adapun ikan yang paling sangat sulit atau di rasa berat untuk di budidayakan, salah satunya adalah ikan buntal.

Ikan buntal tersebut, akan di rasa sangat sulit dan berat dalam membudidayakannya! Pasalnya, ikan tersebut beracun.

Jika begitu, siapa yang mau beli ikan lelenya di waktu panen tiba untuk bisa di barter dengan uang, betul?

Sekedar di ketahui, ikan selain dapat di pelihara juga merupakan hewan yang dapat di gunakan untuk bahan konsumsi makanan sehari-hari.

Kebutuhan pokok masyarakat akan ikan untuk hiasan maupun sebagai bahan makanan, hampir selalu meningkat di setiap harinya di Indonesia.

Situasi semacam ini, bisa sobat manfaatkan dengan cara budidaya ikan di rumah untuk memperoleh keuntungan financial secara mandiri.

Cara Budidaya Ikan di Rumah

Bila sobat tertarik dalam bisnis usaha budidaya ikan, yuk mari kita simak ulasan singkatnya berikut ini:

1. Cara Budidaya Ikan Lele.

Lele
Lele merupakan jenis ikan air tawar yang sangat di gemari, oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Pasalnya, harga ikan lele ini terbilang relatif murah dan terjangkau.

Selain itu cara budidaya ikan lele juga sangat mudah, yakni sobat bisa melakukannya di rumah dengan menggunakan trepal sebagai kolam untuk membudidayakannya.

Jadi, terpal di bentuk sedemikian rupa hingga menyerupai layaknya bentuk kolam dengan cara menyangga semua bagian-bagian samping terpal, supaya terpal bisa berdiri kuat dan kokoh.

Cara Budidaya Ikan Lele:

  1. Setelah terpal terbentuk menjadi sebuah kolam, sobat bisa isi kolam dari terpal tersebut dengan air tawar hingga ketinggian airnya mencapai 21 cm sampai 31 cm.
  2. Lalu sobat tunggu sampai batas waktu 10 hari, kemudian tambahkan lagi air pada kolamnya sampai mencapai ketinggian 90 cm.
  3. Setelah kolam terpal di buat dan sudah siap di pakai, tinggalah sobat pilih bibit lele yang baik dan unggul.
  4. Dalam memilih bibit lele bagus, sobat lihat dari gerakan lele yang selalu aktif dan warna tubuh lelenya terlihat lebih terang, lalu kemudian lakukan pemijahan sampai munculnya anakan lele.
  5. Selain itu, sobat seleksi juga besarnya ukuran lele biar seragam. Pasalnya, ikan lele yang kecil biasa d rugikan hingga sampai di makan oleh ikan lele yang besar.
  6. Setelah itu, masukan bibit ikan lele yang di pilih atau yang sudah selesai di seleksi tersebut ke dalam ember.
  7. Lalu setelahnya, masukan ember berisi bibit lele tersebut ke dalam kolam terpal dan biarkan bibit lele berhamburan dengan sendirinya.
Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam memelihara ikan lele adalah ketinggian airnya, seperti berikut ini:
  • di bulan pertama ketinggian airnya 20 cm
  • lalu bulan kedua ketinggian air harus naik mencapai 40 cm
  • dan bulan ketiga tinggi air sampai 80 cm
Jika di kemudian hari air kolam ikan lele sudah berubah warna menjadi merah, maka ini tandanya lele sudah siap di panen alias sudah dewasa.

Sudah di sampaikan di atas, bahwa ikan lele merupakan ikan yang sangat di gemari oleh sebgai masyarakat dan cukup tinggi permintaannya di pasaran Indonesia.

Maka, sudah sepantasnya sobat harus mengatur pengelolaan keuangan pada bisnis usaha ikan lele ini, dengan secara benar dan teliti.

2. Cara Budidaya Ikan Patin.

Patin
Belakangan ini, pemerintah lagi gencar-gencarnya menerapkan aturan untuk membatasi impor ikan dari mancanegara.

Tujuan dari pemerintah tersebut mungkin untuk memompa sektor dalam bidang perikanan di dalam negeri.

Maka oleh karena hal tersebut, seiring berjalannya waktu kini permintaan ikan lokal termasuk ikan patin terus kian meningkat dari hari ke hari.

Lantas, bagaimana cara budiaya ikan patin ? Berikut, di bawah ini penjelasan singkatnya:
  • Memilih lahan terbuka di sekitar pekarangan rumah yang terpapar langsung dengan sinar matahari dengan kualitas airnya dapat terbebas dari pencemaran.
  • Adapun lahan yang paling ideal dalam budidaya ikan patin, alangkah bagusnya dengan membuat karamba di sungai atau di sebuah bendungan.
  • Namun bila tidak mendukung, sobat dapat membuat kolam untuk budidaya ikan patin dari terpal persis seperti berbudiya ikan lele di atas.
  • Bila kolam sudah siap di pakai, pilih induk ikan patin sehat dengan tubuhnya yang ideal dan selalu dapat bergerak aktif.
  • Lalu lakukan proses pemijahan, supaya bisa memperoleh bibit ikan patin yang hendak sobat besarkan untuk di budidaya.
  • Bila sobat tak ingin repot, sobat dapat membeli langsung ikan bibit patin yang telah siap untuk di budidaya hingga sampai panen kelak.
  • Memberikan pakan ikan setiap hari pagi dan sore atau sobat dapat memakai pemberi makanan secara otomatis yang dapat sobat kendalikan melalui hp android.
  • Ikan Patin bisa sobat panen, di saat umur ikan patin sudah mencapai 5 sampai 6 bulanan.

3. Cara Budidaya Ikan Hias.

Ikan Hias
Yang berikutnya budiaya ikan hias, di mana permintaan pasar untuk ikan hias juga tak pernah pudar di setiap tahunnya.

Sehingga bisnis usaha dalam berbudiaya ikan hias ini, masih memiliki prospek yang cerah di masa depan buat sobat yang hendak menjalaninya.

Bila sobat hendak memilih bisnis usaha dengan berbudidaya ikan hias, kita sarankan sobat harus dapat memilah ikan hias yang perawatannya cukup mudah.

Adapun cara budidaya ikan hias adalah sebagai berikut:
  1. Langkah awal, sobat perlu mempersiapkan wadah atau bisa juga dengan mempersiapkan sebuah aquarium yang besarnya di sesuaikan dengan bentuk ukuran ikan hias yang akan sobat pilih.
  2. Isi wadah atau aquarium tersebut, dengan menggunakan air yang masih murni atau air tanpa kandungan bahan kimia.
  3. Usahakan ketinggian airnya bisa mencapai 31 cm hingga 60 cm dengan suhunya di 24 sampai dengan 30 derajat celcius.
  4. Persiapkan pakan ikan hiasnya bisa berupa pelet, cacing sutera, jangkrik, kutu air, hingga sampai pakan berupa jentik nyamuk.
  5. Memilih indukan betina dan jantan ikan hias yang tidak ada cacat di tubuhnya, melainkan indukan ikan hias yang sehat.
  6. Melakukan proses pemijahan tersebut, tiap jenis ikan hias dapat berbeda antara ikan hias satu dengan lainnya. Sehingga, sobat perlu mempersiapkan media serta beragam macam alat yang sesuai.
  7. Tak cuma, lamanya waktu yang di butuhkan dalam proses pamijahan sampai pembuahan telur pun bisa berbeda, tergantung dari jenis ikan hias yang sobat pilih. Namun, biasanya pembuahan atau penetasan telur bisa berkisar 1 s/d 3 hari sesudah proses pemijahan di lakukan,
  8. Kemudian sesudah anakan ikan hias ukurannya sudah cukup besar, sobat dapat memindahkannya ke aquarium lain, agar ikan hias bisa bertumbuh kembang beregenerasi ke ikan hias dewasa.

4. Cara Budidaya Ikan Koi.

Ikan Koi
Ikan koi ini juga merupakan ikan hias yang bisa coba sobat budidayakan, seperti cara pada budidaya ikan hias di atas.

Jadi ikan koi di sini, adalah satu contoh ikan hias yang dapat sobat pilih untuk berbudidaya ikan di rumah.

Adapun bagaimana cara budidaya ikan koi ini cukup mudah, berikut ini langkah-langkahnya:
  1. Sobat pilih indukan ikan koi paling rendah usia 2 tahun dengan corak yang kontras, mempunyai keseimbangan baik di saat berenang, serta ukurannya tubuhnya ideal.
  2. Lalu sobat buat kolam ikan hiasnya dengan ukuran kurang lebih 5 meter serta kedalaman airnya mencapai 40 cm, dan biarkan kolam tersebut kering selama beberapa hari.
  3. Setelah itu sobat isi kolamnya pada siang hari dengan air bersih, lalu diamkan sepanjang malam hingga pagi hari.
  4. Pada saat pagi hari, masukan indukan betinanya dulu pada kolam yang kemudian di lanjut dengan memasukan ikan koi jantan setelah 5 jam berlalu.
  5. Langkah keempat tersebut istilahnya adalah pemijahan ikan, di mana biasanya setelah 48 jam, telur indukan betina akan menetas dengan sendirinya.
  6. Selanjutnya dalam pemberian pakan ikan koi, sobat berikan saja pakan berupa kutu air pada anakan ikan koi di hari kelima.
  7. Setelahnya ukuran tubuh ikan koi mencapai 1,5 cm, barulah sobat berikan pakan berupa cacing sutera.
  8. Di saat Ikan Koi sudah tumbuh dewasa, maka sobat bisa menjual di pasar yang menerima ikan koi.
  9. Selain menjual ikan koi dewasa, sobat pun menjual ikan koi yang masih berupa bibit agar uang bisa di dapat secara cepat.

5. Cara Budidaya Ikan dalam Ember

Ikan dalam Ember
Tahukah sobat, bahwa dalam budidaya ikan tidak hanya pemeliharaan di sebuah kolam terpal, tanah maupun kolam semen.

Budidaya ikan juga ternyata bisa di lakukan dengan memanfaatkan sebuah ember atau bak bulat bahan plastik, yang biasa tersedia di rumah.

Jadi sambil menunggu biaya untuk pembuatan kolam budidaya ikan yang sifatnya permanen bisa terpenuhi, maka sobat dapat memanfaatkan ember atau bak tersebut untuk sementara waktu.

Cara budidaya ikan semacam ini di kenal dengan istilah Budikdamber atau Budidaya Ikan Dalam Ember.

Untuk jenis ikan yang akan di budiyakan dalam ember, sobat memilih ikan yang ada di halaman ini.

Adapun cara budidaya ikan dalam ember ini, adalah sebagai berikut:
  • Sobat persiapkan dulu sebuah ember atau bak bulat hitam, kawat, bibit kangkung, bibit ikan, gelas plastik, dan arang batok kepala.
  • Bila perlatan di atas sudah siap, pada gelas plastik sobat buat lubang-lubang kecil.
  • Lalu masukan tanaman bibit kangkung dan berikan arang batok kepala yang sudah di lembutkan.
  • Kemudian lilitkan kawat pada gelas plastik dan buatkan juga pengaitnya sebagai penggantung.
  • Setelah itu isikan air ke dalam ember atau bak hitam plastik sampai 90% dan diamkan terlebih dahulu selama 2 hari.
  • Sesudah 2 hari, sobat masukan bibit ikannya kedalam ember dan diamkan kembali paling lama 2 hari.
  • Selanjutnya setelah 2 hari berikutnya, kaitkan rangkaian gelas plastik pada setiap isi dalam ember atau bak bulat plastik warna hitam.
  • Di usahakan gelas plastik tersebut, terendam air pada bagian bawah gelasnya.
  • Lalu kemudian, beri pakan ikannya setiap hari pagi dan sore secara rutin.
  • Terakhir sambil menunggu masa panen, sobat perhatikan selalu daun-daun kangkungnya terbebas dari hama yang menyerang.

6. Cara Budidaya Ikan Gurame

Ikan Gurame
Ikan gurame juga tergolong jenis ikan tawar yang bisa sobat budidaya, dengan harga jualnya yang terbilang cukup mahal.

Bagaimana cara budidaya ikan tawar jenis gurame ini, sebetulnya tidak berbeda jauh dengan ikan tawar lainnya yang sudah di bahas di atas.

Dan berikut inilah, langkah-langkah cara budidaya ikan air tawar:
  1. Membuat kolamnya lebih dulu dengan ukuran 6 m2 hingga sampai 12 m2 dan kedalamannya kira-kira 150 cm.
  2. Setelah itu, memastikan kolam sudah terbebas dari gulma dan hama dan jangan lupa memasangkan filter pada saluran pembuangan air kolam, supaya hewan yang menggangu tidak dapat masuk di dalam kolam.
  3. Memilih indukan betina dan jantan yang warna tubuhnya agak sedikit pucat dan yang dapat bergerak aktif, untuk di jadikan proses pemijahan ikan gurame.
  4. Setelah kedua indukan tersebut di pilih, sobat masukan di kolam dengan kedalaman airnya sekitar 90 cm dan berikan sosog di dalamnya. Selain itu, pada bagian dasar kolam usahakan terlapis dengan bahan pasir.
  5. Setelah proses pemijahan, biasanya akan menghasilkan telur! Nah, sobat ambil telur ikan gurame tersebut, lalu pindahkan pada sebuah ember besar.
  6. Pada umumnya, telur ikan gurame tersebut bisa menetas membutuhkan waktu kurang lebih 4 hari lamanya, setelah pemijahan di lakukan.
  7. Setelah telur ikan gurame menetas, sobat bisa memindahkannya kembali pada kolam besar yang sudah sobat buat dan persiapkan sebelumnya untuk di budidayakan.
  8. Terakhir jangan lupa kasih pakan dan tinggalah tunggu sampai waktu panen tiba, biasanya bisa berkisar sampai 4 bulanan.

7. Cara Budidaya Ikan Cupang

Ikan Cupang
Budidaya ikan cupang ini agak sedikit berbeda dengan budidaya ikan gurame, patin, dan ikan lele yang sudah di jelaskan di atas.

Ikan cupang yang satu ini, dalam memelihara serta membudidayakannya terbilang mudah, karena tidak membutuhkan lahan atau tempat yang luas.

Sobat dapat berbudidaya ikan cupang ini di pekarangan rumah, dengan tempat atau lahan yang tidak terlalu besar atau seadanya saja.

Cara Budidaya Ikan Cupang adalah sebagai berikut:
  1. Memilih indukan betina dengan karakteristiknya, yakni memiliki gerakan lambat dan usianya sudah mencapai 3 bulan. Sementara untuk indukan jantannya, sobat harus memilih yang gerakannya cepat dengan umurnya sudah mencapai antara 4 sampai 8 bulan.
  2. Memasukan indukan betina dan jantan tersebut ke dalam satu tempat, untuk proses pemijahan. Sehingga bisa menghasilkan pembuahan pada ikan cupang betina. Adapun larva ikan cupang bisa terlihat, biasanya membutuhkan waktu sekitar 24 jam lamanya.
  3. Setelah usia ikan si cupang kecil mencapai sekitar 2 minggu lamanya, silahkan sobat pindahkan di tempat atau wadah yang lain.
  4. Lalu berikan makanan untuk ikan cupang yang sudah berumur 2 minggu tersebut, sebanyak 3 s/d 4 kali dalam sehari. Adapun makanan untuk ikan cupang, bisa dengan menggunakan pakan dari kutu air atau dengan pakan berupa cacing sutera.
  5. Kemudian pisahkan kembali anakan cupang tersebut satu persatu ke tempat atau wadah yang baru, ketika umur anakan ikan cupang sudah mencapai 45 hari.
Langkah terakhir, tinggalah sobat menentukan pilihan, apakah ikan cupang yang sudah sobat budidaya tersebut mau di uangkan atau hanya sekedar buat koleksi? Silahkan sobat pertimbangkan, sendiri.

8. Cara Budidaya Ikan Gabus

Ikan Gabus
Berikutnya terdapat budidaya ikan gabus yang bisa sobat lakukan cara proses ternak ikannya pada sebuah kolam yang terbuat dari semen, tanah maupaun trepal.

Namun, supaya ikan gabus bisa terhindar dari bau lumpur yang tak sedap, alangkah baiknya sobat dalam membudidayakan ikan yang satu ini, dengan menggunakan kolam yang terbuat dari beton atau terpal.

Adapun cara budidaya ikan gabus, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  1. Mempersiapkan kolamnya terlebih dahulu, bisa dari bahan semen maupun terpal tergantung dari sobat lebih enaknya pakai yang mana.
  2. Lalu isi kolam yang sudah sobat persiapkan tersebut, dengan menggunakan air bersih secukupnya.
  3. Memilih dan mempersiapkan induk ikan gabus betina jantan sekitar 10 sampai 14 pasang, di mana karakteristik atau ciri-ciri ikan induk gabus yang bagus adalah yang dapat bergerak aktif serta dalam keadaan sehat walafiat.
  4. Melakukan pemijahan pada indukan ikan gabus yang sudah sobat pilih dan persiapkan, hingga sampai terbentuknya anakan ikan gabus.
  5. Bila sudah muncul anakan sebagai bibit ikan gabus, sobat segera pisahkan di hari ketujuh sesuai dengan ukurannya.
  6. Setelah bibit ikan gabusnya di pisahkan, silahkan sobat masukan pada kolam khusus pemeliharaan lebih dulu, di saat pagi hari.
  7. Selanjutnya, berikan pakan pada ikan anakan ikan gabusnya dengan secara rutin dan teratur.
  8. Langkah terakhir, silahkan sobat panen ikan gabus bila ikan di rasa sudah cukup dewasa, besar, dan layak untuk di pasarkan.

9. Cara Budidaya Ikan Nila

Ikan Nila
Berbudidaya ikan nila ini, sebetulnya sudah kita kupas tuntas atau kita jelaskan dengan secara lengkap dan detail di artikel sebelumnya pada kategori budidaya ikan.

Sobat bisa membaca artikel tersebut agar bisa lebih leluasa dalam memahaminya, atau bisa juga menyimak pada ulasan ringkas dan singkat berikut ini.

Jadi ikan nila juga terbilang ikan paling favorit dan popular, terkhusus untuk saya pribadi dan lebih umumnya untuk masyarakat di Indonesia sebagai lauk pauk sehari-hari.

Sobat bisa budidaya ikan nila ini, dengan langkah-langkah ringkasnya adalah sebagai berikut:
  • Mempersiapkan kolam ternak ikan nilanya terlebih dahulu yang bisa sobat buat dari bahan terpal, beton maupun tanah.
  • Sementara lokasi terbaik di ketinggian paling maksimal sekitar 500 MDPL dengan suhu kolamnya mencapai 27 sampai 30 derajat celcius.
  • Selanjutnya mengeringkan kolamnya terlebih dahulu dengan menaburkan suplemen organik di hari keempatnya, sebelum kolam di isi air.
  • Lalu isi kolam dengan air, dimana tinggi airnya tidak lebih dari 30 cm.
  • Kemudian di hari ketujuhnya, tebarkan kembali suplemen organiknya di permukaan kolam yang sudah terisi air dengan tinggo 30 cm.
  • Sesudah itu seleksi indukan ikan nila unggul sebelum proses pemijahan atau sobat bisa beli bibitnya langsung di penyalur ikan nila.
  • Lalu lakukan proses pemijahan atau mengawinkan ikan nila betina dan jantan, sampai kurang lebih 7 harian sampai larva muncul.
  • Bila larva sudah nampak, maka pindahkan ke dalam kolam khusus pemeliharaan.
  • Kemudian kala ukurannya larvanya sudah mencapai usia hari ketujuh, sobat pindahkan lagi ke dalam kolam pendederan.
  • Terakhir, tinggalah menunggu masa masa panen yang umumnya budidaya ikan nila membutuhkan waktu sekitar 45 hari atau 1 bulan setengah.

10. Cara Budidaya Ikan Guppy

Ikan Guppy
Ikan Guppy ini, tergolong jenis ikan hias yang memiliki ukuran kecil semacam ikan cupang!

Adapun daya tarik yang punyai ikan guppy ini, yakni terdapat pada desain warna tubuhnya yang indah.

Bila sobat sebagai pemula ingin budidaya ikan guppy ini, maka berikut ini adalah cara dan langkah-langkahnya:

Sobat awali dengan memilah indukan ikan guppy yang selalu bergerak aktif, warna tubuh ikan yang bagus, serta bertubuh sehat.

Sebagai catatan, indukan ikan guppy yang sudah siap kawin di saat umurnya sudah mencapai sekitar 4 bulanan.

Memisahkan dulu antara indukan ikan guppy yang betina dengan jantan yang hendak di kawinkan.

Mempersiapkan media pemijahan atau perkawinan dengan berupa aquarium yang sudah terisi air dengan ketinggiannya, yakni 25 cm.

Mendiamkan dulu air dalam kolam aquarium tersebut, sampai 24 jam.

Setelah itu masukan indukan betina dulu dalam aquarium dan tunggu sampai 12 jam, barulah indukan jantannya di masukan.

Kemudian hasil pemijahannya, yakni telur ikan guppy di pindahkan ke tempat lain yang airnya sedikit tenang dan bersih.

Sesudah itu, sobat dapat melakukan pendederan ikan guppy pada kolam terbuka yang terpapar sinar matahari, agar warna sisik bisa muncul.

Untuk ketinggian air kolamnya, tidak lebih dari 40 cm dan lakukan pergantian airnya di setiap 1 sampai 3 hari.

Setelah usia ikan guppy mencapai 20 hari, sobat dapat melakukan pemisahan antara ikan betina dan jantan.

Biasanya karakteristik atau ciri-ciri ikan guppy jantan, yakni mempunyai warna yang terlihat lebih menonjol agar bisa di jadikan ikan hias.

Sementara untuk ikan guppy yang betinanya lebih di persiapkan untuk di jadikan indukan di masa depan.

Kesimpulan

Bagaimana melakukan budidaya ikan untuk setiap jenis ikan, tentunya dapat berbeda-beda. Jika sobat hendak mencoba mempraktekan bisnis usaha budidaya ikan.

So, alangkah baiknya sobat pelajari terlebih dahulu metode serta cara budidaya ikan, agar kelak di perjalanannya tidak terjadi kebingungan.

Selain itu jangan lupa juga untuk mengatur keuangannya dengan secara baik, benar, dan teliti. Sehingga tidak terjadi kerugian yang besar bagi sobat, di masa depan.

Dengan siasat atau rencana matang dan tepat, mudah-mudahan sobat bisa mendapatkan keuntungan yang tiada tara dalam bisnis budidaya ikan ini.

Mungkin hanya itu yang dapat di sampaikan buat sahabat larantukagypsum.com semuanya, tentang cara budidaya ikan dari mulai ikan lele hingga sampai ikan guppy.

Apakah ini bisa membantu ? Silahkan saja, bila sobat hendak membagikan informasin ini pada teman di sekitar, siapa tahu memerlukannya.

Akhir kata kita ucapkan sekian dan terimakasih buat sobat yang sudah berkunjung sekaligus menyimak informasi perihal budidaya ikan ini. Semoga artikel ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Amien.