Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Duo Elektronik Glorious Mythic (Daft Punk) Asal Negara Prancis menyatakan Bubar

Duo elektronik Glorious Mythic (Daft Punk) berasal Prancis, telah memublikasikan atau menyatakan bubar pada hari Senin, 22 Feberuari 2021, sehabis bermusik bersama semenjak dari tahun 1993.

Daft Punk memublikasikan pernyataan tersebut melalui film yang berjudul Epilogue yang sudah mereka unggah di kanal YouTube. 

Dalam film tersebut, nampak kedua badan Daft Punk yaitu Thmas Bangalter serta Guy- Manuel de Homem- Christo, dengan menggunakan helm serta jaket yang menjadi karakteristik khas mereka.

Mereka berjalan di tengah padang pasir. Awal mulanya, mereka berjalan berarak. Tetapi setelah itu, salah satu dari mereka berjalan di depan, meninggalkan yang yang lain di balik.

Badan yang berjalan di depan itu luang mendatangi kembali temannya. Rekannya setelah itu membuka jaket bertuliskan Daft Punk yang beliau pakai.

Sehabis jaket dibuka, nampak tombol bom di punggungnya. Rekannya lalu mengaktifkan bom itu, sampai kesimpulannya badan salah satu badan itu meledak.

Film setelah itu membuktikan lukisan 2 tangan yang membuat segitiga dengan penjelasan" 1993- 2021" di bawahnya.

Siaran itu bersinambung dengan segmen badan yang tertinggal berjalan ke arah mentari terbenam diiringi lagu Touch buatan Daft Punk.

Sehabis film ini tayang, para penggemar mulai bingung. Publisis Daft Punk, Kathryn Frazier, kesimpulannya mengonfirmasi kalau duo itu bubar, tetapi sungkan menjabarkan lebih lanjut.

Begitu juga dikutip Variety, Bangalter serta Homem- Christo awal kali berjumpa pada medio 1980- an di Paris. Pada 1992, mereka membuat band rock bernama Darlin bersama seseorang sahabat bernama Laurent Brancowitz.

Dikala itu, Darlin mengeluarkan satu lagu buat kumpulan merek rekaman Stereolab, Duophonic. Nyatanya, lagu itu memanen jawaban minus dalam keterangan Melody Maker, yang mengatakan mereka" a daft punky thrash."

Bangalter serta Homem- Christo kesimpulannya memakai cuplikan dalam perkataan keterangan itu selaku julukan band mereka berikutnya, sedangkan Brancowitz memilah membuat band terkini yang saat ini diketahui dengan julukan Phoenix.

Daft Punk mengeluarkan single awal mereka, The New Wave, pada 1994, setelah itu ditindaklanjuti dengan Da Funk. Lagu itu langsung hit di Eropa serta jadi alas mereka buat mengeluarkan album kesatu, Homework, pada 1996.

Album itu dikira selaku salah satu rilisan nada elektronik terbaik di masa 1990- an. Semenjak dikala itu, Daft Punk lalu berkreasi serta mengeluarkan Discovery( 2001), Human After All( 2005), serta Random Access Memory( 2013).

Random Access Memory memanen jawaban positif dari banyak pihak, sampai- sampai memenangkan 5 beker di Grammy Awards 2014, tercantum Album of the Year serta Record of the Year buat lagu Get Lucky.