Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

"RIP', Seorang Legendaris Sepak Bola Indonesia Ricky Yacobi Meninggal Dunia.

Foto By Bola.com

Seorang legendaris sepak bola Timnas Indonesia, Ricky Yacobi atau yang biasa di panggil Ricky Yakob, meninggal dunia.

Ricky meninggal dunia di saat bermain sepak bola di lapangan Senayan, Jakarta, pada hari sabtu pagi, tanggal 21 November 2020.

Meninggalnya Ricky Yacobi di konfirmasi langsung oleh Sekretaris Kementrian Olahraga Bpk Gatot S. Dewa Broto melalui pesan berantai di WhatsApp.

"Innalilahi wainnailahi rojiun, telah meninggal dunia sahabat dan pemain Nasional kita bang Ricky Yacobi di RS Mintoharjo. Semoga Almarhum meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah. Alfatihah," tulis Gatot.

Dari banyak foto yang beredar, Ricky yang sedang bermain sepak bola bersama para pemain dari Medan tiba-tiba tergeletak di lapangan. 

Beberapa pemain di lapangan lainnya mencoba memberikan pertolongan pertama dan tidak berselang lama langsung di bawa ke rumah sakit, namun pada akhirnya nyawanya sudah tidak tertolong.

Ricky Yakob merupakan salah satu pemain top pada periode pertengahan di tahun 80-an hingga sampai awal tahun 90-an. 

Ia sangat di kenal dan populer ketika membela tim Arseto Solo serta klub dari Jepang, Matsushita FC. Dunia sepak bola di Indonesia kini telah kehilangan salah satu putra bangsa terbaik.

Mengenang Ricky Yacobi

Ricky meninggal di usia yang ke 57 tahun. Lelaki kelahiran Medan Sumatera Utara ini, mengembuskan nafas terakhirnya di sebuah Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo, Jakarta Pusat. 

Ricky di duga mengalami serangan jantung pada saat bermain bola di Lapangan abc Senayan, Jakarta.

Seperti yang telah di sebutkan di atas, seorang Ricky Yacobi adalah salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki timnas Indonesia pada eranya. 

Namanya sangat begitu melambung di jagad raya persepak bolaan tanah air di jaman tahun 80an hingga awal 90 an.

Ricky sangat di kenal dan populer di eranya waktu itu sebagai penyerang yang haus akan gol dengan tempo permainan yang cepat. 

Dia seringkali menjadi langganan dari timnas Indonesia karena memiliki penampilan permainan yang apik bersama klub Arseto Solo, di mana klub tersebut adalh klub yang membesarkan namanya setelah PSMS Medan.

Yup, Ricky lahir di Medan pada tanggal 12 Maret tahun 1963, Ricky Yacobi mengawali karir profesionalnya di PSMS Medan pada awal tahun 1980. Setelah itu dia hijrah ke Klub Arseto Solo sampai akhirnya di lirik oleh timnas Indonesia pada waktu itu.

Di timnas indonesia sendiri, karir Ricky cukup melambung, dia di kenal pada waktu dengan aksinya yang bisa mencetak gol jarak jauh melalui tendangan voli ke gawang Uni Emirate Arab pada kejuaran Asian Games tahun 1986 dimana Korea Selatan adalah sebagai tuan rumah.

Namun sunggu di sayangkan, langkah timnas Indonesia pada ajang olahraga tingkat Asia waktu itu harus terhenti di semifinal. Jadi  waktu Timnas Merah Putih Indonesia harus takluk kepada tuan rumah yaitu Korea Selatan.

Setelah kekalahan tersebut dan  setahun kemudian, Ricky dijadikan sebagai kapten timnas dan akhirnya ricky dapat mempersembahkan prestasi untuk timnas Indoneia. Dengan kata lain dia beserta rekan di timnas nya berhasil menjuarai SEA Games 1987 yang berlangsung di Jakarta.

Hijrah ke Jepang

Memiliki penampilan bermain yang apik ketika bersama timnas Indonesia pada dua even internasional membuat namanya menjadi popular hingga ke Jepang. 

Ricky kemudian memperoleh tawaran dari klub jepang yaitu Matsushita FC, dimana klub tersebut sekarang ini telah berubah nama menjadi Gamba Osaka.

Tentu saja seorang Ricky tak menyia-nyiakan kesempatan yang di tawarakan dari negeri Sakura ini. Dan pada tahun 1988, Ricky resmi bersama tim yang bermarkas di Osaka tersebut.

Tetapi, karir Ricky di Jepang tak berlangsung lama karena seorang ricky memiliki masalah adaptasi di jepang. Ricky tercatat cuma bisa tampil 4 kali bersama klub Matsushita FC dan berhasil menyumbang satu gol.

Pensiun dan Mendirikan SSB

Gagal di Jepang bukanlah menjadi akhir dari karir Ricky. Dia masih melanglang buana di pentas sepak bola tanah airnya sendiri, setelah perjalanan singkatnya di Osaka.

Ricky kembali ke klub Arseto Solo dan menghabiskan waktunya bersama si Biru Langit ini selama tiga tahun lamanya. 

Ricky juga sempat hijrah ke PS BPD Jateng dan lalu PSIS Semarang sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu pada pertengahan tahun 90an.

Setelah pensiun pun, aktivitas sehari -harinya tak jauh - jauh dari dunia persepakbolaan. Ricky lalu mendirikan SSB Ricky Yacobi di Jakarta dengan membebaskan iuran untuk para pemain muda yang memiliki talenta namun kurang mampu.

Di usianya yang semakin bertambah, Ricky juga masih aktif bermain bola serta masih mampu mempersembahkan gol untuk timnas Indonesia Legends pada tahun 2011 silam ke gawang Milan Glorie. 

Bahkan, hingga akhirnya hayatnya, Ricky tidak pernah lepas dari dunia persepak bolaaan, karena permainan sepak bola sudah begitu dicintainya.

Selamat Jalan, Bang Ricky Yacobi sang Legendaris.