Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Persiapan Labuan Bajo Menjadi Tuan Rumah Assean Summit dan KTT G20 2023

Persiapan Labuan Bajo Menjadi Tuan Rumah Assean Summit dan KTT G20 2023

Labuan Bajo di Flores Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah merupakan salah satu Kawasan KSPN (Strategis Pariwisata Nasional ) yang hendak menjadi tuan rumah pada 2 event internasional nanti di tahun  2023. 

2 (dua) Event internasioanal yang di maksud yaitu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan ASEAN Summit. 

Melalui kementrian yang terkait, pemerintah pusat akan langsung memonitor proses perencanaan serta pengerjaannya nanti

Salah satu perencanaan yang akan di lakukan adalah beberapa perbaikan infrastruktur seperti perbaikan jalan menuju kawasan Tana Mori (Golo Mori) di labuan bajo kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Mengutip dari Liputan6, bahwasanya Bpk Jendral Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengaku sangat optimis dapat menyelesaikan pembangunan infrastruktur sebelum perhelatan KTT G20 dan ASEAN Summit di mulai.

“Dukungan paling utama dala hal infrastruktur adalah terkait air, jalan, komunikasi, dan listrik. Saya kira semua bertahap sedang disiapkan, saya optimis kalau semua berjalan dapat selesai walaupun memang sekarang kita sedang serius menangani COVID-19. Kalau semua berjalan, saya berharap bisa dilakukan Leader Meeting 2023 di Tana Mori (Golo Mori),” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (11/7/2020).

Sementara Bpk Basuki Hadimuljono sebagai Menteri PUPR mengatakan, pembangunan infrastruktur untuk KSPN Labuan Bajo telah direncanakan dengan secara terpadu. 

Termasuk peningkatan penataan kawasan, penyediaan air baku air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, kualitas jalan, serta perbaikan - perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

“Tahun 2021 kita sudah programkan pelebaran jalan sesuai dengan standar nasional menuju Tana Mori sepanjang 30 Km. Pengerjaannya selesai tahun 2022,” kata Menteri Basuki.

Anggaran yang di siapkan untuk program peningkatan jalan dan jembatan menuju Tana Mori sebesar 377 milyar rupiah dengan panjang jalan 30 Km. Pengerjaan akan di mulai dari ruas jalan Hotel Jayakarta dengan standar jalan nasional yaitu lebar 7 meter, 2 lajur, 2 arah.

Proses pekerjaan akan di lakukan dengan secara bertahap sesuai kebutuhan anggaran dalam peningkatan infrastruktur seperti berikut ini : 

  • Pertama kebutuhan anggaran sebesar Rp 146 miliar untuk peningkatan struktur jalan Labuan Bajo-Simpang Kenari sepanjang Rp 14,6 Km 
  • Kedua kebutuhan anggaran sebesar 231 milyar rupiah untuk peningkatan jalan Simpang Kenari-Tana Mori sepanjang 15,4 Km.

Selain pembangunan akses menuju Tana Mori, peningkatan jaringan jalan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo pun terus di lakukan oleh Kementerian PUPR dengan beberapa kegiatan antara lain :

  • Penanganan ruas jalan dalam kota, 
  • Penataan trotoar dan drainase, 
  • Perbaikan geometrik jalan, 
  • Pelebaran dan preservasi, 
  • dan Pembangunan jalan baru.

Pada tahun 2020 saja, alokasi atau anggaran untuk peningkatan jaringan jalan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yang di singkat menjadi KSPN Labuhan Bajo NTT itu senilai 384,1 miliar rupiah untuk 9 paket pekerjaan sepanjang 102.35 km yang terdiri dari :

  • Peningkatan jalan, trotoar, dan drainase Jalan Soekarno Atas (2,19 km) dengan progres 33,95 persen, 
  • Peningkatan Jalan Soekarno Bawah (2,01 km) dengan progres 37,99 persen, 
  • Peningkatan Jalan Simpang Pede (4,51 km) dengan progres 34,87 persen, 
  • Peningkatan Jalan Yohannes Sahadun (4,05 km) dengan progres 31,72 persen, 
  • serta Peningkatan jalan kawasan pariwisata Waecicu (4 km) dengan progres 60,88 persen.

Menteri Basuki berkata “Untuk prasarana dan sarana dari Bina Marga yang ada di dalam kota di buatkan sebuah trotoar yang lebar dengan desainnya pedesterian, agar nanti semua aliran listriknya ada di bawah. Jadi ada utilitas boxnya sendiri, dan prosesnya semua rata-rata sudah mencapai 60 persen dan akan selesai Desember 2020,”

Melalui Balai Jalan Nasional (BPJN) X NTT Kupang, Ditjen Bina Marga Balai Jalan Nasional (BPJN) X NTT Kupang, Kementerian PUPR juga melakukan perbaikan geometrik jalan agar bisa menunjang operasional peti kemas yang akan mendistribusikan logistik dari Pelabuhan Wae Klambu menuju pusat kota di Labuan Bajo ataupun sebaliknya.

Anggaran untuk Program peningkatan jalan tersebut senilai 8,61 miliar rupiah, dengan pekerjaan di mulai dari Simpang Manjerite hingga sampai Simpang Lancang sepanjang 0,82 km, dan Progres konstruksinya hingga saat ini sudah mencapai 20,64 persen.

Pelabuhan khusus logistik atau Multipurpose Wae Klambu dibangun agar bisa menggantikan pelabuhan lama yang berlokasi di tengah - tengah Kota Labuhan Bajo. 

Sedangkan Lokasi Pelabuhan Logistik yang akan di bangun jarak waktu tempuh sekitar 19 menit dari pusat kota Labuan Bajo serta dari Bandara Komodo. 

Lalu kemudian akan di rencanakan juga pada bulan Oktober 2020 nanti, pengerjaan fisik peningkatan jalan, trotoar, dan drainase di Jalan Alo Tanis sepanjang 1 Km dengan anggaran senilai 24 miliar rupiah, dan saat ini telah memasuki pengumuman tahap pemenang lelang proyek.

Selain itu juga dilakukan tiga paket pekerjaan peningkatan kualitas jalan untuk mendukung KSPN Labuan Bajo berupa preservasi dan pelebaran Jalan Labuan Bajo-Malwatar sepanjang 54,77 Km dengan biaya Rp 57,2 miliar, pelebaran jalan menuju standar ruas Jalan Labuan Bajo – Malwatar sepanjang 5 Km dengan anggaran Rp 27,2 miliar, dan pembangunan Jalan Ruas Labuan Bajo Terang Pelabuhan Bari sepanjang 24 Km dengan biaya sebesar Rp 18,27 miliar.

Post a comment for "Persiapan Labuan Bajo Menjadi Tuan Rumah Assean Summit dan KTT G20 2023"