❖Lengkap Cara Pemasangan Plafon Bahan Gypsum Untuk Rumah Tinggal

Teknik bagaimana cara pasang plafon untuk rumah anda ? ~ Mungkin ada yang bertanya di mbah goole ini, bagaimana ya langkah - langkah cara pembuatan plafon gypsum mulai dari pembuatan rangka sampai finish ? Ok akan kami informasikan panduan lengkapnya di sini.

Ada banyak cara atau teknik dalam pembuatan plafon rumah bahan gypsum dan setiap tukang plafon itu pasti memiliki teknik yang berbeda- beda dalam hal pemasangannya.

Plafon Gypsum

Perbedaan teknik itu bisa terlihat dari cara pasang rangka plafon gypsum, plafon gantung, penutupan plafon dengan merk papan gypsum jayaboard, a-plus, knauf, gyproc, hingga sampai finshing.

Bila anda suka memperhatikan model rumah - rumah sederhana, minimalis, mewah maupun modern yang ada di sekitar anda, pasti terdapat satu rumah, bahkan mungkin banyak sekarang ini plafon di dalam rumahnya, terbuat dari jenis papan gypsum jayaboard, a-plus, knauf, atau pun gyproc. 

Hal ini di sebabkan oleh karena papan gypsum memiliki kelebihan apabila digunakan untuk plafon misalnya pada hasil akhir yang di hasilkan terutama pada antar sambungan papan gypsumnya akan terlihat sangat baik dan rapih.

Sehingga desain plafon rumah yang sederhana pun akan menjadi terlihat mewah, sederhana tpi elegan. Selain itu kerusakan pada plafon gypsum sangat mudah cara di memperbaikinya.

Pembuatan pada rangka plafon rumah, bisa di bedakan berdasarkan dari jenis bahan rangka yang di gunakan apakah ingin menggunakan rangka plafon kayu minimalis, rangka plafon hollow galvanis dan galvalum. Untuk pengertian rangka kayu mungkin teman - teman sekalian sudah mengetahuinya.

Namun untuk rangka hollow plafon, atau biasa di sebut juga dengan besi hollow, sebelumnya apa itu besi hollow ? pengertian besi hollow adalah merupakan salah satu bahan material bangunan untuk pembuatan plafon rumah, pembuatan plafon minimalis, pembuatan plafon gypsum, dan lain sebagainya.

Keunggulan hollow sebagai rangka plafon yaitu mempunyai sifat anti rayap. Dan ukuran besi hollow yang biasa di gunakan dalam pembuatan plafon rangka adalah besi hollow 2 x 4 cm dan 4 x 4 cm.

Selain itu pemasangan rangka dengan menggunakan besi hollow akan terasa lebih cepat di bandingkan dengan menggunakan plafon rangka kayu. Dengan kata lain pengerjaan rangka plafon dengan besi hollow ini sangatlah mudah. Bila terkesan sulit itu karena anda belum memahaminya saja.

Jika anda sudah memahaminya pun, tetap harus di butuhkan ketelitian dan teknik yang benar dalam pengerjaan pemasangan plafon rumah, dan tidak lupa juga di butuhkan alat - alat  pasang plafon yang mendukung. Baca Juga : Peralatan Yang Wajib di Punyai Jika Ingin Pasang Plafon Gypsum

Lihat Panduan Berupa Video 
Langkah - Langkah Cara Membuat Plafon Gypsum 
Model Minimalis Standart di bawah ini :


Sebelum pekerjaan pembuatan rangka plafon di mulai, terlebih dahulu jenis - jenis pekerjaan yang lain, yang ada di seputar atas plafon atau semua pekerjaan yang berhubungan dengan atap, haruslah sudah di selesaikan terlebih dahulu. 

Jika tidak di selesaikan pekerjaan sebelum pemasangan plafon di mulai, maka akan menjadi kerja double nantinya, artinya pemasangan plafon yang sudah selesai pun akan menjadi tidak baik dan malah akan rusak, jika harus di otak - atik lagi.

Ok saya anggap pekerjaan di atas rangka plafon seperti yang di sebutkan di atas yaitu pekerjaan atap sudah selesai, maka selanjutnya anda sudah bisa memasang plafon di mulai dari pemasangan rangka terlebih dahulu.

Sebelumnya jika anda tidak mau repot untuk pasang plafon sendiri di rumah, maka boleh lah hubungi kami. Silhkan klik link warna merah ini : Jasa Pasang Plafon Rumah Bahan Gypsum Area Flores.

Namun jika anda bersikeras mau mencoba pasang sendiri plafon di rumah anda, maka langka pertama di mulai dari pemasangan rangka terlebih dahulu : 

1. Pemasangan Rangka Plafond


Pemasangan rangka plafond dengan menggunakan besi hollow adalah sebagai berikut :

Pertama :

Mengukur garis ketinggian di sekeliling ruangan yang akan di pasang plafon. Caranya mengukur garis ketinggian plafon yaitu buat terlebih dahulu beberapa titik atau tanda

misalnya : 
  • Membuat 4 titik atau tanda pada setiap sudut ruangan dengan menggunakan Water Pass Selang, 
  • lalu buatlah garis lurus di antar titik yang satu dan titik yang lainnya dengan menggunakan tali pensil tukang

Tali pensil tukang adalah sebuah pensil yang di gunakan untuk menggambar atau membuat garis lurus khususnya garis lurus yang terlampau panjang. Lakukan pembuatan garis lurus ini pada seluruh bidang dinding atau pada sekeliling ruangan.

Kedua :

Setelah pengukuran ketinggian plafond selesai, selanjutnya adalah Pemasangan rangka plafon berjenis Wall Angel. Fungsi dari Wall Angel plafon ini adalah sebagai rangka penyangga hollow metal furing. 

Tempatkan wall angel ini pada garis lurus yang tadi sudah di buat tepat pada bagian bawah wall angel, lalu paku dengan menggunakan paku beton ukuran 2 cm atau 3 cm, posisi jarak antara dari satu paku ke paku lainnya minimal 30 cm. 

Pastikan siku di paku dengan kuat dan kencang, lakukan pemasangan wall angel di setiap garis yang panjang lebih dulu. Oh ya, Selain menggunakan paku, pemasangan wall angel juga bisa dengan menggunakan skrup dengan cara di bor seperti gambar di bawah ini :

Pemasangan Rangka Plafond

Ke Tiga :

Setelah wall angel atau siku di semua sekeliling ruangan terpasang, selanjutnya adalah melakukan pengukuran kembali di wall angel mulai dari pinggir pada satu bidang dinding yang panjang dengan jarak 60 cm. 

Lakukan pengukuran jarak sampai habis batas pinggiran dinding atau sampai batas habis wall angel yang berukuran panjang tadi, buatkan tanda di setiap jarak 60 cm misalkan huruf A, B, C, dan seterusnya. 

Setelah selesai, samakan ukuran dan samakan juga tandanya pada bidang dinding yang satunya lagi yang sama panjang atau dinding yang berseberangan. Fungsi pengukuran ini adalah untuk pemasangan hollow.

Ke Empat :

Setelah pengukuran yang berjarak 60 cm selesai, maka pemasangan hollow pun di mulai. namun sebelumnya ukur terlebih dahulu panjang pada tanda yang sudah di buat tadi. 

Misalkan huruf A di hubungkan dengan huruf A, lalu tarik lurus dengan meteran, kira - kira panjangnya berapa meter ? 

kemudian lakukan pemotongan pada hollow, jika hollow melebihi panjang yang barusan di ukur pada tanda A, jika kurang maka lakukan penyambungan hollow. 

Setelah ukuran panjang hollow sesuai, tumpangkan hollow di atas wall angel, lalu skrup dengan menggunakan bor. 

Lakukan pengukuran panjang dan pemotongan kembali pada tanda yang lainnya yaitu B, C, D, dan seterusnya sampai habis tanda yang di buat tadi. 

Jika semua sudah pas, pasangkan semua di wall angel, lalu skrup hingga kencang.

Perumpaan : 
  • Jika pada satu sisi bidang dinding yang panjang dan mempunyai panjang misalkan 240 cm atau 2.4 meter, bila di bagi dengan jarak 60 cm, maka akan menghasilkan 3 tanda yaitu tanda A, B, dan C. 
  • Begitu juga dengan sisi bidang tembok yang satu nya lagi atau yang bersebarangan, pasti akan mempunyai ukuran panjang yang sama, bila di bagi dengan 60 cm juga akan menghasilkan tanda yang sama. Bila di buat kan gambar kira - kira seperti foto di bawah ini :

Pemasangan Rangka Plafond 1
Pemasangan Hollow
Ke Lima :

Setelah pemasangan hollow di semua tanda selesai, lanjut pada pemasangan hollow di atas hollow seperti yang sudah di jelaskan pada poin no 4. 

Supaya tidak bingung saya dalam menjelaskannya maka hollow yang di jelaskan pada poin no 4 tersebut yaitu :
  • hollow tanda A, B, C, dan seterusnya akan saya beri nama hollow bagian bawah di singkat dengan hollow BB, 
  • dan hollow pada poin no 5 ini akan saya beri nama hollow bagian atas di singkat dengan Hollow BA.

Fungsi dari hollow BA ini adalah :
  • Selain untuk mengunci hollow BB agar tidak goyang kiri kanan, juga untuk menahan berat beban dari papan gypsum, dan memudahkan penggantung ketika akan di sekrup.

Cara pemasanganya : 

Pertama - tama lakukan pengukuran sama seperti pada poin no 4, cuma bedanya pengukuran untuk hollow BA dilakukan pada arah berlawan dengan hollow BB. 

Misalkan :
  • Pengukuran hollow BB pada bidang dinding yang panjang, maka pengukuran hollow BA harus pada bidang dinding yang lebar, sehingga saling bersilangan.

Ukur pada bidang dinding yang lebar, lalu buatkan tanda yang lain seperti tanda 1, 2, 3, dan seterusnya dengan jarak dari tanda ke tanda yaitu 80 cm, lakukan juga pengukuran dan pembuatan tanda 1, 2, 3, dan seterusnya pada bidang dinding yang satunya lagi.

Setelah mendapatkan tanda, maka ukur panjang dari tanda ke tanda misalkan tanda 1 dengan tanda 1 dan begitu seterusnya, lalu sesuaikan hasil panjangnya dengan hollow BA nya. 

Jika panjang lebih maka lakukan pemotongan, jika kurang maka lakukan penyambungan. Setelah pas tempatkan semua hollow BA yang sudah di sesuaikan tersebut di atas hollow BB.

Setelah semua hollow BA sudah pada posisinya, selanjutnya sekrup semua hollow BB yang beradu dengan hollow BA. 

Lakukan penyekrupan pada bagian sisi kirin kanan, dan tengah, hingga menembus pada hollow BB, teliti kembali jangan sampai ada yang terlewat yang belum di sekrup. kurang lebih contohnya seperti pada 2 gambar di bawah ini :

Pemasangan Rangka Plafond 2
Hollow BA Terlihat Pada Lingka Warna Merah
Pemasangan Rangka Plafond 3
Tanda Lingkar Merah adalah Area Penyekrupan
Ke Enam :

Setelah selesai pemasangan hollow BA, maka selanjutnya adalah ke tahap pembuatan gantungan dari hollow BA dan hollow BB ke rangka atap rumah atau ke dak coran. 

Jarak Ideal dari tiap gantungan adalah bisa 80 cm, bisa 100 cm, bisa juga 120 cm. jika ingin kuat dan kokoh maka jarak 80 cm itu lebih baik. semakin rapat jarak gantukan maka semakin kuat dan kokoh sebuah plafon.

Untuk penggunaan penggantungan ini tiap tukang berbeda - beda, ada yang menggunakan kawat, ada yang menggunakan hanger, ada juga yang menggunakan hollow kembali. 

Saran saya gunakan hollow saja yang sudah tersedia, dan menurut saya lebih kuat dari pada menggunakan penggantung dari hanger apalagi dari kawat.

Ukur terlebih dahulu tinggi dari hollow BA ke rangka atap atau dak coran, lalu sesuaikan panjangnya dengan hollow.

Jika sudah pas skrup terlebih dulu bagian atas ke rangka atap, lalu sekrup juga bagian bawah pada hollow BA dan Hollow BB, sebelumnya pastikan terlebih dahulu kerataan hollow BB.

Setelah gantungan semua terpasang, pastikan kembali hollow BA semua apakah ada yang masih goyang atau tidak. bilamana ada yang masih goyang, bisa di tambahkan lagi gantungan. 

Pastikan semua hollow di sekrup dengan benar jangan sampai ada yang longgar atau dol. Untuk lebih jelasanya kurang lebih seperti pada foto di bawah ini :

cara pasang gantungan rangka plafon
Contoh Gantungan Rangka / Hanger Wire
Yup, pemasangan tahapan rangka akhirnya selesai, selanjutnya adalah penutupan rangka dengan menggunakan papan gypsum atau gypsum board.

2. Pemasangan Papan Gypsum :


cara pemasangan papa gypsum
Tahapan Pemasangan Papan Gypsum / gypsum board
Perlu di ketahui bahwa papan gypsum atau gypsum board memiliki ukuran lebar 120 cm, dan ukuran panjang 240 cm. 

Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya pada poin 3 dan poin 4 dalam langkah pemasangan rangka hollow, jarak antara hollow BB adalah 60 cm. 

Bila 60 cm + 60 cm = 120 cm, maka sesuai dengan ukuran lebar papan gypsum yaitu 120 cm. 

Begitu juga dengan panjangnya, bila di tambahkan terus 60 cm, nanti akan ketemu di 240 cm, maka itu sudah sesuai dengan ukuran panjang papan gypsum yaitu 240 cm.

Posisi pemasangan papan gypsum ketika akan di tempel pada rangka hollow itu tergantung dari selera anda. 

Artinya mau di pasang menghadap memanjang ke timur bisa atau mau di pasang menghadap kebarat juga bisa. yang pasti ikut menyesuaikan dengan rangka hollow dan harus pas, supaya papan gypsum bisa di sekrup dengan baik.

Namun perlu di pikirkan juga sebelum melakukan penutupan alangkah baiknya perkiraan dahulu, kira kira penutupan ke arah mana yang lebih baik, yang nantinya tidak terlalu banyak melakukan pemotongan pada papan gypsum. 

Karena pemasangan papan gypsum ini sama halnya seperti pemasangan keramik, di mana pada tiap pinggiran pasti ada saja selisih atau sisa ukuran, sehingga harus di lakukan pemotongan. 

Lakukan pemasangan papan gypsum dengan menggunakan sekrup. penggunaan skrup untuk penyekrupan papan gypsum biasanya berukuran 2.5 cm. 

Lakukan penyekrupan di papan gypsum pada jalur yang ada hollow BBnya. Ukuran jarak antar skrup yang ideal adalah 10 cm, 

Pastikan skrup masuk sedikit kedalam papan gypsum agar memudahkan nanti ketika akan memulai pendempulan atau penutupan sambungan papan gypsum dengan menggunakan cornice.

Penyekrupan Yang Baik dan Benar Pada Papan Gypsum
Jika semua papan gypsum atau gypsum board terpasang, pastikan kembali semua penyekrupannya apakah sudah benar dan sudah kuat. Jika sudah, selanjutnya adalah ketahap pendempulan.

3. Pendempulan Papan Gypsum 


cara Dempul Plafon

Yup, selanjutnya masuk di tahap pendempulan pada papan gypsum. 

Apa jadinya ya jika sambungan - sambungan papan gypsum dan juga lubang - lubang sekrup tidak di dempul ? Oppps tentunya plafon akan kelihatan jelek sekali bukan...xixixi.

Salah satu kelebihan plafon dengan menggunakan bahan papan gypsum adalah tidak terlihatnya sambungan dan juga lubang - lubang sekrup, dan itu memang betul adanya, namun itu tergantung dari cara mendempulnya juga. 

Bila pendempulan di lakukan dengan sembarangan atau asal - asalan, maka hasilnya sambungan akan tetap terlihat. 

Jadi tahapan pendempulan ini adalah tahapan yang menentukan hasil akhir apakah plafon terlihat rapih atau tidak. 

Untuk mendapatkan hasil akhir yang baik pada plafon agar sambungan papan gypsum tidak terlihat di perlukan tingkat kesabaran yang tinggi dan kejelian yang nyata ketika mengerjakannya.

Pendempulan yang baik adalah pendempulan yang berulang. Artinya pendempulan tidak cukup 1 kali saja, melainkan harus sampai 2 atau 3 kali, bila rasa masih belum rata, lakukan lagi pendempulan sampai 4, atau 5 kali.

Bahan untuk pendempulan ini adalah Cornice yang di campur dengan air. Pencampuran yang baik harus sedikit agak kental dan jangan terlalu cair. selain itu juga jangan terlalu banyak, karena cornice agak sedikit cepat mengeringnya. 

Alat tempur yang di butuhkan untuk pendempulan adalah :
  • Scrap dempul, 
  • ember kecil, 
  • pisau dempul.

    Khusus pada bagian tepi papan gypsum di pinggiran tembok, jika mau di pasang dengan profil list gypsum atau bingkai, maka tidak usah di lakukan pendempulan.     Karena nanti juga celah - celah atau lubang - lubang sekrup yang terlihat akan tertutup dengan sendirinya oleh profil list gypsum.
    lem khusus papan gypsum
    Pisau Dempul & Srap Dempul
    Perlu di ketahui pada sisi tepi kiri dan kanan pada papan gypsum yang memanjang, bila di lihat baik - baik itu kebetebalannya agak sedikit tipis.

    Cara untuk mengetahuinya, siapkan sebuah penggaris atau alat untuk mendempul juga bisa, lalu letakan di antara sambungan papan gypsum, maka di dasar penggaris itu akan ada kelihatan sedikit celah atau rongga, dan itu berarti papan gypsum belum rata.

    Untuk meratakanya maka di area yang masih ada celah itu harus di dempul secara berkala sampai celah tidak kelihatan.

    Jadi pendempulan papan gypsum yang harus di lakukan adalah pada bagian - bagian berikut ini :
    1. Sambungan Papan Gypsum atau Gypsum Board 
    2. Lubang - Lubang Penyekrupan 
    3. Papan Gypsum yang terluka atau ada cacat. 

    Khusus pada bagian tepi papan gypsum di pinggiran tembok, jika mau di pasang dengan profil list gypsum atau bingkai, maka tidak usah di lakukan pendempulan. 

    Karena nanti juga celah - celah atau lubang - lubang sekrup yang terlihat akan tertutup dengan sendirinya oleh profil list gypsum. 

    Namun jika tidak di pasang profil list gypsum, maka harus di lakukan pendempulan. 

    Jika rasa pendempulan semua sudah selesai dan di rasa sudah rata, maka selanjutnya masuk ke tahap penggosakan atau ampelas pada bagian - bagian yang tadi sudah di dempul.

    4. Penggosokan


    Cara Dempul Plafon 1
    Jenis Ampelas Atau Kertas Pasir Yang di gunakan


    Gunakan kertas pasir seperti foto di atas untuk menggosok atau menghaluskan bagian - bagian pada papan gypsum yang sudah di dempul. Kertas pasir tersebut biasa di jualnya permeter.

    Ada 2 teknik penggosokan yang biasa kami gunakan : 
    1. Teknik Penggosokan Kering 
    2. Teknik Penggosokan Basah 

    Bagaimana  itu teknik penggosokan kering ?
    • Teknik penggosokan kering adalah teknik menggosok langsung dengan kertas pasir pada bagian - bagian papan gypsum yang sudah di dempul, tanpa menggunakan air.

    Kalo mau menggunakan teknik penggosokan seperti ini anda harus menyiapkan pelindung kepala. Karena debu - debu yang di hasilkan bisa menusuk mata hingga pedih.

    Lalu bagaimana dengan teknik penggosokan basah ?
    • Teknik penggosokan basah adalah teknik menggosok dengan cara membasahi terlebih dahulu pada bagian - bagian papan gypsum yang sudah di dempul dengan menggunakan kuas tangan atau kuas, 
    • lalu gosok dengan menggunakan kertas pasir, 
    • lalu sapu kembali hasil gosokannya dengan alat dempul yaitu scrap sampai busa atau gumpalan air menghilang.  
    • Sebelumnya anda persiap kan dahulu ember kecil berisi air bersih. 
    • Jika air sudah kotor, maka ganti kembali air kotornya dengan air bersih. 
    • lakukan berulang penggogokan sampai merata  pada semua bagian - bagian papan gypsum yang sudah di dempul.

    Terserah kiranya nanti mau memakai teknik yang mana, saran admin kalo di rumah pribadi apalagi sudah ada penghuninya, lebe baik pake teknik penggosokan basah saja. 

    karena untuk menghindari ketidak nyamanan di dalam rumah, selain itu juga untuk menjaga kesehatan pada mata dan pernafasan khususnnya buat penghuni rumah.

    Jika penggosokan semua selesai, tahap selanjutnya adalah pemasangan profil lis gypsum di pinggiran plafon.

    5. Pemasangan Profil List Gypsum


    profil list gypsum adalah hiasan plafon yang di pasang di antara sudut dinding dengan sudut atau pinggiran plafon.

    Seperti yang sudah pernah di bahas di artikel sebelumnya bahwa profil list gypsum adalah hiasan plafon yang di pasang di antara sudut dinding dengan sudut atau pinggiran plafon. 

    Selain itu bisa juga di pasang di antara plafon bagian atas dengan plafon bagian bawah. 

    Plafon bagian atas dan plafon bagian bawah ini dalam dunia perplafonan biasa di sebut dengan trap atau tingkatan. Dengan kata lain profil list gypsum adalah bingkainya plafon. 

    Ibarat sebuah foto di dinding bilamana tidak memakai bingkai, rasanya tentu akan kurang indah di pandang. 

    Nah begitu juga dengan plafon rumah, agar penampilannya lebih indah dan menawan, maka salah satu caranya adalah harus di pasang profil list gypsum di sekililing tepian plafon rumah itu sendiri.

    Banyak tersedia berbagai macam ukuran dari profil list gypsum ini, mulai dari ukuran yang kecil yaitu 5 cm sampai ukuran yang besar yaitu 20 cm, dan ukuran panjangnya untuk profil list gypsum pada umumnya sama di 2 meter lebih. 

    Motif list gypsum juga bermacam - macam. Ada motif bunga, motif polos, motif garis, dan lain -lain. Dengan kata lain aksesoris untuk untuk plafon rumah dengan menggunakan papan gypsum ini tersedia banyak model dan jenisnya.

    Ok, sebelum memulai pemasangan siapkan terlebih dahulu bahan dan alatnya yaitu :
    • Cornice yang sama untuk pendempulan papan gypsum
    • Ember untuk tempat air bersih.
    • Pisau Dempul (lihat foto pada tahapan pendempulan)
    • Scrap Dempul (lihat foto pada tahapan pendempulan)
    • Kertas Pasir.
    • List Gypsum

    Langkah pertama :

    Membuat garis lurus di sekeliling dinding yang akan di pasang profil list gypsum dengan cara ukur menurun dari permukaan papan gypsum pada tepi pinggiran plafon, lalu buatkan tanda. 

    Lakukan pembuatan tanda ini di 4 sudut dinding, untuk nanti menarik garis lurus dengan menggunakan tali pensil. untuk lebih jelasnya kurang lebih hasil garisnya seperti foto di bawah ini.

    Garis Lurus Untuk Pemasangan Profil List Gypsum
    Cara menentukan nilai ukuran dari permukaan papan gypsum misalkan : 
    • Pada foto di atas itu 7 cm, bila menggunakan profil list gypsum yang memiliki lebar 10 cm.
    • Namun bila mana anda ingin menggunakan profil list yang memiliki lebar misalkan 14 cm, maka jarak menurun dari permukaan papan gypsum adalah 9 cm.

    Fungsinya dari pengukuran dan pembuatan garis ini adalah untuk mengatur kemiringan dan kelurusan pada profiil list gypsum yang akan di pasang. 

    Perlu di ingat terlalu tegak pemasangan pada profil list gypsum itu tidak baik, dan sebaliknya bila pemasangan profil list gypsumnya terlalu miring juga tidak baik. 

    Jadi ukuran yang saya infokan ini adalah ukuran yang ideal.....hehe..

    Lanjut langkah ke dua :

    Setelah garis lurus di sekeliling dinding selesai, selanjutnya perusakan acian pada dinding dengan menggunakan Hammer....!!!
    Lho kok di rusak mas ? Tenang teman,
    Makud dari perusakan di sini bukan seluruh dinding yang sudah di aci itu di rusak. Yang di rusak hanya pada bagian dinding yang tadi sudah di buat garis lurus saja.

    Jadi kasih luka sedikit aciannya, sampai terlihat plesteran pas pada garisnya ya, jangan di atas garis.

    Tujuan dari penghancuran acian ini adalah agar nantinya hasil dari pengeleman profil list gypsum pada tembok lebih lekat atau lebih menempelnya. Sehingga Profil List Gypsum tidak akan mudah retak dan cepat jatuh. 

    Soalnya banyak kasus retak atau terjatuh profil list gypsum, di karenakan pada dinding itu tidak di kasih luka lebih dulu. Jadi lakukan semua pelukaan dinding di sekeliling yang sudah di buat garis lurus tadi.

    Lalu langkah ke tiga :

    Setelah pelukaan dinding selesai selanjutnya adalah penempelan penyangga atau penahan profil list gypsum dengan menggunakan skrup atau paku pada dinding pas di garis lurus yang sudah di jelaskan pada langkah ke dua di atas. 

    Penahan ini bersifat sementara ya, di mana jika lem sudah kering, maka penahan ini harus di cabut.

    Buat penahan untuk satu batang profil list gypsum minimal 3 penahan misalkan di ujung satu, di tengah satu, dan di ujung lainnya satu. 

    Lakukan pemasangan 1 batang profil list gypsum lebih di mulai dari 2 sudut dinding yang bersebrangan, sisanya nanti tinggal sambung.

    Langkah ke empat :

    Tibalah saatnya pemasangan profil list gypsum pada dinding yang sudah di buat garis lurus tadi. Pertama - tama yang harus di lakukan adalah :
    • Bentangkan profil list gypsum pada lantai, jika anda menggunakan stelling bergeser. Namun jika anda menggunakan stelling penuh, maka pembentangannya bisa di lakukan di atas stelling.
    • Tentukan posisisi motif pada profil list gypsum. Misalkan pada motif polos biasanya terdapat garis - garis kecil lurus dan terdapat juga lengkungan. 
    • Jadi jika garis - garis lurus ini mau di bagian atas, maka pemotongannya nanti harus di perhatikan.  
    • Setelah posisi di dapatkan, potong miring ujung profil list gypsum seperti pada gambar di bawah ini : 
    • Pemotongan sisi ujung ini untuk di tempatkan di sudut dinding. lalu potong lurus  pada ujung satunya lagi kira - kira 5 cm.

    • Jika sudah persiapkan lem cornice, pisau dempul, ember kecil untuk tempat pencampuran dempul, dan air bersih. 
    • Campur lem cornice dan air bersih, buat agak kental, lalu aduk sampai tercampur, 
    • lalu oleskan lem cornis dengan menggunakan pisau dempul pada sisi - sisi profil list gypsum atas, bawah, kiri, kanan.
    • Setelah itu tempelkan pada garis tanda yang sudah di buat.
    • Agar tidak terjatuh karena lem masih basah, bantu dengan skrup di bagian atas profil list gypsum.
    • To be continued.....

    6. Pengecatan

    Untuk bagaimana cara pengecatan plafon saya rasa semua orang sudah tahu dan siapa saja bisa mengerjakannya. Jadi tidak perlu untuk di jelaskan lagi. 

    Intinya sebelum melakukan pengecatan, terlebih pilih warna - warna yang sesuai untuk di terapkan di plafon yang sudah di pasang tersebut. Jika sudah di rasa cocok dan sesuai maka tinggal di aplikasikan saja.

    Ok mungkin hanya itu yang bisa di informasikan mengenai Bagaimana Cara Pemasangan Plafon Bahan Gypsum untuk rumah Anda. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel